3 Alasan Anak Kami Mogok Sekolah

Diposting pada
Spread the love

Tidak terasa libur sekolah akhir tahun sudah akan berakhir, dan hari Senin nanti Azka sudah harus masuk sekolah kembali. Bermain dan belajar bersama teman-temannya di Raudatul Athfal Ashabul Kahfi 2. Pas liburan kemarin Azka sempat melihat aquarium raksasa di Seaworld ancol.

Semoga saja tidak mogok sekolah setelah libur panjang. Mogok? Yups, pernah beberapa kali anak kami mogok sekolah, tidak mau berangkat sekolah. Setelah ditanya baik-baik, ternyata ia punya alasan tersendiri kenapa tidak mau sekolah.

Takut

Alasan ini digunakan dua kali selama semester kemarin.

Pertama kali adalah ketika hari-hari pertama Azka mulai bersekolah. Kami berpikir sih wajar Azka mengalami rasa takut di hari-hari pertama sekolahnya. Apalagi Azka bukan tipe anak yang gampang bergaul dan membaur dengan anak-anak lainnya.

Selama kurang lebih seminggu ia selalu minta ditemani oleh ibunya, dan selalu menangis ketika ditinggal. Tetapi anehnya, ketika di antar ayahnya, Azka mau saja ditinggal ayahnya tanpa rasa takut. 🙂

Kedua kali Azka mogok sekolah karena takut adalah setelah ada kejadian dengan teman-temannya. Secara tidak sengaja ia sering jatuh terdorong ketika masuk ke kelas, setiap kali selesai berbaris di pagi hari. Karena kejadian ini, Azka sempat susah untuk bersekolah.

Bangun tidurnya susah, mandi pagi juga jadi ikutan susah dan selalu cemberut ketika harus pergi ke sekolah. Setelah kami tanya baik-baik, ia mau menceritakan penyebab ia tidak mau sekolah.

Akhirnya aku mendiskusikan hal ini dengan gurunya Azka, dan minta tolong agar Azka sedikit dijaga agar tidak terdorong-dorong oleh temannya yang berbadan lebih besar. Alhamdulillah Azka tidak malas sekolah lagi dengan alasan takut.

Malu

Alasan kedua ketika Azka malas atau mogok sekolah adalah karena malu. Penyebabnya adalah karena habis dicukur botak, walau tidak gundul yah, masih ada sisa rambut sepanjang 5 cm.

Padahal biasanya ia tidak pernah mengeluh dan selalu kompak dengan ayahnya kalau urusan rambut ini. Tapi kali ini hal itu membuat Azka menjadi malu dan menjadi alasan Azka tidak mau sekolah.

Setidaknya itulah penjelasan Azka ketika kami tanya kenapa malas sekolah. Malu sama teman-teman karena kepala Azka botak. Ketika kami tanya apa ada temannya yang meledek kepala botaknya, ia menjawab tidak ada.

Alhamdulillah kami dapatkan solusinya, kami minta izin dengan gurunya agar Azka diperbolehkan pakai topi selama di sekolahan. Tetapi ternyata bukan hanya di sekolah saja ia malu, semenjak botak bila bepergian kemana saja Azka selalu minta pakai topi. 🙂

Tidak Suka Menari dan Melukis

Di sekolah Azka, ada tiga kegiatan ekstrakulikuler wajib, yaitu melukis, menari dan drum band. Sayangnya dua di antaranya tidak disukai oleh Azka yaitu menari dan melukis.

Azka akan sulit sekali disuruh sekolah ketika ada kegiatan ekstrakulikuler tersebut. Awalnya kami pikir mungkin ia takut atau malu karena sesuatu hal seperti sebelum-sebelumnya.

Setelah agak lama berkomunikasi akhirnya kami tahu penyebab rutin ia malas bersekolah.  🙂 Azka tidak suka menari dan melukis. Untung saja gurunya mau memberikan keringanan untuk Azka, ia boleh tidak ikut kedua ekskul ini, tetapi ia tetap berada di kelas selama ekskul berlangsung.

Herannya walau tidak suka menari dan melukis, Azka tetap memperhatikan teman-temannya ketika kegiatan ekstrakulikuler tersebut. Bahkan ia dapat mempraktekkan tarian yang diajarkan oleh gurunya, tetapi di rumah. 😀

Setidaknya itu 3 alasan yang pernah diutarakan Azka ketika kami tanya kenapa ia tidak mau bersekolah. Menjadi pendengar yang baik terbukti dapat membantu menyelesaikan masalah mogok sekolah ini.

Kami jadi tahu alasan-alasan Azka tidak mau bersekolah. Sering mendengarkan ketika ia bercerita, membuat ia tidak ragu untuk menceritakan berbagai hal yang di alaminya di sekolah. 🙂

Tetap semangat sekolahnya mas Azka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.