8 Golongan Penerima Zakat

Pare Penerima Zakat
Spread the love
2 menit untuk membaca

Tak terasa sepekan lagi kita sudah memasuki bulan Syawal. Salah satu kewajiban umat Islam ketika selesai menunaikan ibadah ramadhan adalah membayar zakat fitrah.

Catatan belajar kali ini tentang 8 golongan penerima zakat, baik zakat fitrah maupun zakat mall.

8 Golongan Penerima Zakat 1

8 Golongan Penerima Zakat

Siapa saja yang berhak menerima zakat?

Baca Juga : Catatan Tentang Shalat Tahajud

Allah Subhana wa Ta’ala sudah menentukan siapa saja yang berhak menerima zakat, semuanya sudah diterangkan di dalam kitab suci Al- Qur’an surah At-Taubah ayat 60:

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk [1] orang-orang fakir, [2] orang-orang miskin, [3] amil zakat, [4] para mu’allaf yang dibujuk hatinya, [5] untuk (memerdekakan) budak, [6] orang-orang yang terlilit utang, [7] untuk jalan Allah dan [8] untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

(QS. At Taubah: 60)

1. Orang-orang Fakir

Fakir biasanya selalu disandingkan dengan miskin. Fakir miskin. Padahal keduanya memiliki arti yang berbeda.

Dalam Al-Qur’an sendiri tidak dijelaskan kriteria tentang orang fakir dan miskin. Beberapa ulama mengatakan bahwa orang fakir adalah orang yang tidak memiliki harta dan usaha untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

2. Orang-orang Miskin

Berbeda dengan orang fakir, orang miskin masih memiliki harta atau usaha. Namun tidak mencukupi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :

Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap bahtera.

Al Qur’an Surah Al-Kahfi Ayat 79

3. Amil Zakat (Pengurus Zakat)

Pengurus atau panitia zakat yang bertugas mengumpulkan dan membagikan zakat juga termasuk golongan yang menerima zakat tersebut.

Istilah amil berasal dari kata ‘amila ya’malu’  yang bermakna mengerjakan atau melakukan sesuatu. Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk menjadi amil zakat adalah :

  • Islam
  • Akil
  • Baligh
  • Jujur
  • Punya Ilmu dalam hukum zakat
  • Orang yang kuat baik jiwa dan raga.

4. Muallaf

Muallaf bukan hanya berarti orang yang baru saja masuk atau memeluk agama Islam. Bahkan mereka yang belum masuk Islam pun dapat digolongkan mualaf, jika memang akan didekati hatinya.

5. Memerdekakan Budak

Ketika masih marak praktik perbudakan pada zaman dahulu kala, zakat digunakan untuk memerdekakan atau menebus para budak.

Orang yang memerdekakan budak juga termasuk golongan yang berhak menerima zakat.

Baca Juga : Doa Ketika Turun Hujan

6. Gharim (Orang-Orang Yang Terlilit Hutang)

Gharim adalah orang yang terlilit hutang dan ia tidak mempunyai harta lebih untuk membayar hutang-hutangnya.

Gharim berhak menerima zakat karena sama kedudukannya dengan orang-orang fakir dan miskin yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya.

Penerima zakat dari golongan gharim harus memenuhi beberapa kriteria, antara lain :

  • Membutuhkan harta untuk membayar hutangnya yang sudah jatuh tempo.
  • Latar belakang ia berhutang bukan untuk bermaksiat kepada Allah Subhana wa Ta’ala.

7. Sabilillah

Sabilillah di sini adalah segala sesuatu yang bertujuan untuk di jalan Allah Subhana wa Ta’ala.

Bisa untuk kepentingan berdakwah, pengembangan pendidikan, kesehatan, panti asuhan, dan lain-lain.

8. Ibnu Sabil

Ibnu sabil artinya adalah orang yang sedang dalam perjalanan (musafir) dan kehabisan bekal. Sehingga ia tidak dapat melanjutkan perjalanannya dan tidak bisa pulang.

Itulah 8 golongan yang berhak menerima zakat. Untuk menyalurkan zakat dapat melalui lembaga terpercaya seperti Dompet Dhuafa, Baznas, Lazismu, dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *