Aqiqah Bagi Anak Laki-Laki Kami, Azka

Aqiqah Azka
Spread the love
2 menit untuk membaca

“Semua anak (yang lahir) tergadaikan dengan ‘aqiqahnya, disembelihkan (kambing ‘aqiqah) untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.”

(Hadits Riwayat. Ibnu Majah,  Abu Dawud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa-i)

Walau agak telat, akhirnya kami dapat melaksanakan salah satu tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tanggung jawab kami sebagai orang tua untuk melakukan aqiqah anak pertama kami.

Pelaksanaan aqiqahnya sendiri di rumah eyangnya Azka, lho? Alasannya sederhana, karena saya tidak tahan dengan bau daging kambing.

Aqiqah Bagi Anak Laki-Laki Kami, Azka 1

Nggak kebayang kalau acaranya diadakan di rumah, saya dapat dipastikan akan mual-mual selama baunya belum hilang.

Masak daging kambingnya pun tidak di rumah eyangnya Azka. Kami minta tolong sama ibu-ibu yang biasa masak kalau ada hajatan. Semuanya di masak jadi gulai kambing.

Baca Juga : Hukum Mencium Anak

Sesuai tuntunan kambing yang dipotong sebanyak 3 ekor kambing.

Lho kok banyak?

Iya, 2 ekor untuk anak kami dan 1 ekor untuk ibunya Azka yang belum sempat aqiqah.

Alhamdulillah acaranya lancar. Pengajiannya dihadiri ibu-ibu majelis taklim yang sering diikuti eyangnya Azka.

Azkanya pun tidak rewel ketika dipotong rambut, di tahnik, mendengarkan shalawat, qasidahan, pengajian dan rangkaian acara lainnya.

Sekilas Tentang Aqiqah

Pengertian aqiqah sendiri adalah pemotongan/penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur atas lahirnya seorang anak. Baik laki-laki maupun perempuan.

Hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat disarankan) menurut sebagian ulama seperti Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad. Jumlahnya

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Anak laki-laki diakikahi dengan dua ekor kambing yang semisal, sedangkan anak perempuan dengan satu ekor kambing

(Hadits Riwayat. At Tirmidzi 794, Ahmad 5: 40. At Tirmidzi menshahihkannya).

Jumlah kambing untuk anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan anak perempuan adalah satu ekor kambing. Tetapi ada juga ulama yang berpendapat bahwa jumlah kambing yang disembelih untuk anak laki-laki juga satu.

Ini berdasarkan hadist riwayat Abu Daud :

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor domba.”

(Hadits Riwayat Abu Dawud no. 2841. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Berbeda dengan pelaksanaan Qurban yang dagingnya diberikan ketika masih mentah. Sedangkan pada aqiqah, daging kambingnya harus di masak terlebih dahulu.

Lalu dibagikan kepada kerabat dan tetangga atau dapat juga disedekahkan.

Rabbi habli minash shalihin.

Rabbij’alni muqimas salati wamin zurriyati rabbana wataqobbal du’a

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *