Aqiqah Bagi Anak Laki-Laki Kami, Azka

Diposting pada

“Semua anak (yang lahir) tergadaikan dengan ‘aqiqahnya, disembelihkan (kambing ‘aqiqah) untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya dan diberi nama.”

(HR. Ibni Majah,  Abu Dawud, Sunan at-Tirmidzi, Sunan an-Nasa-i)

Walau agak telat, akhirnya kami dapat melaksanakan salah satu tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tanggung jawab kami sebagai orangtua untuk melakukan aqiqah anak pertama kami.

Aqiqah AzkaPelaksanaan aqiqahnya sendiri di rumah eyangnya Azka, lho? Alasannya sederhana, karena aku tidak tahan bau daging kambing, gak kebayang kalau di adakan di rumah, in sya Allah akan mual-mual selama baunya belum hilang.

Masak daging kambingnya pun tidak di rumah eyangnya Azka, minta tolong sama ibu-ibu yang biasa masak kalau ada hajatan. Semuanya di masak jadi gulai kambing.

Sesuai tuntunan, kambing yang dipotong sebanyak 3 ekor kambing. Lho kok banyak?Iya, 2 ekor untuk anak kami dan 1 ekor untuk ibunya Azka yang belum sempat aqiqah.

Alhamdulillah acaranya lancar. Pengajiannya dihadiri ibu-ibu majelis taklim yang sering diikuti eyangnya Azka. Azkanya pun tidak rewel ketika dipotong rambut, di tahnik, mendengarkan shalawat, qasidahan, pengajian dan rangkaian acara lainnya.

Sekilas Tentang Aqiqah

Pengertian aqiqah sendiri pemotongan/penyembelihan hewan sebagai bentuk rasa syukur  atas lahirnya seorang anak baik laki-laki maupun perempuan. Hukum aqiqah adalah sunnah muakkadah (sunnah yang sangat disarankan) menurut sebagian ulama seperti Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad. Jumlahnya

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Anak laki-laki diakikahi dengan dua ekor kambing yang semisal, sedangkan anak perempuan dengan satu ekor kambing” (HR. At Tirmidzi 794, Ahmad 5: 40. At Tirmidzi menshahihkannya).

Jumlah kambing untuk anak laki-laki adalah dua ekor kambing dan anak perempuan adalah satu ekor kambing. Tetapi ada juga ulama yang berpendapat bahwa jumlah kambing yang disembelih untuk anak laki-laki juga satu. Ini berdasarkan hadist riwayat Abu Daud :

Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengaqiqahi Al Hasan dan Al Husain, masing-masing satu ekor domba.” (HR. Abu Daud no. 2841. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Berbeda dengan pelaksanaan Qurban, yang dagingnya diberikan ketika masih mentah. Pada akikah, daging kambingnya harus di masak terlebih dahulu, dan dibagikan kepada kerabat dan tetangga, atau dapat juga disedekahkan.

Rabbi habli minash shalihin.

Rabbij’alni muqimas salati wamin zurriyati rabbana wataqobbal du’a

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *