Kado Azka Untuk Ibu, Berhasil Disapih dan Toilet Training

Diposting pada
Spread the love

Tepat sebulan sebelum anak kami, Azka berulang tahun yang ketiga, aku sebagai ibu mendapatkan kado dari Azka. Tentu saja bukan berbentuk barang, tapi kadonya spesial sekali bagiku.

Dan hadiah itu pun diberikan bersamaan oleh Azka, terima kasih atas hadiahnya yah mas Azka.

Berhasil Menyapih Azka

Azka lulus toilet trainingMendekati usianya yang ketiga, Azka masih belum bisa lepas dari ASI. Alhamdulillah ASIku juga masih keluar, kalau menurut Azkanya sendiri sih masih banyak. Setelah lulus ASI eksklusif, Azka masih tetap nenen ASI sampai sekarang. Selain itu juga dikenalkan dengan MPASI sejak umur 6 bulan.

Aku sendiri sudah berusaha menyapih Azka sebelum ia menginjak  usia 2 tahun, tetapi berbagai cara yang aku lakukan sepertinya gagal. 🙁

Pernah aku mencoba dengan menempelkan plester pada payudaraku dan mengatakan pada Azka bahwa nenen ibunya sakit, tetapi gagal. Karena plesternya berhasil dilepas oleh Azka, dan ia tidak menemukan luka pada payudara ibunya. 😀

Dari kejadian pertama, kucoba lagi dengan menggunakan lipstik, seolah-olah nenennya berdarah, hasilnya? Sami mawon, gatot alias gagal total. Kami pun berusaha sampai pergi ke beberapa tukang urut yang spesialis menyapih, berdasarkan info dari beberapa tetangga dan teman. Tetapi gagal juga.

Yang membuat proses menyapih Azka agak susah mungkin karena ia anti dot dan sufor (susu formula), sejak diperkenalkan MPASI pada usia 6 bulan, Azka tidak mau minum sufor dan tidak mau minum susu dari dot walaupun isinya adalah ASIP (ASI Perah).

Tanpa putus asa, kami coba berkomunikasi dengan Azka, dengan alasan malu kalau sudah besar masih nenen, dan alasan-alasan lainnya. Akhirnya hari ini tanpa ada angin atau hujan badai, Azka tidak mau nenen lagi.

Sepertinya kita memang harus bisa membangun komunikasi walaupun dengan anak kecil yang masih batita. Berhasil… berhasil… berhasil… 😀

Lulus Toilet Training

Apa itu toilet training? Toilet training adalah proses melatih seseorang biasanya sih balita agar bisa menggunakan toilet untuk buang air kecil ataupun buang air besar. Waktu dimulainya toilet training akan berbeda-beda pada setiap anaknya.

Azka mulai di ajari toilet training ketika ia menginjak usia 2 tahun, pelan-pelan tentunya. Dimulai dengan mengurangi penggunaan pampers di rumah, dan kami (aku dan ayahnya Azka) mengajarinya bila ingin pipis atau buang air besar agar bilang. Maksudnya tentu saja agar bisa kami arahkan agar pipis atau buang air besar di toilet.

Untuk buang air kecil, prosesnya lebih cepat, walau sesekali masih ngompol di area rumah, tetapi persentase Azka ke toilet lebih banyak. Untuk buang air kecil kami mengajarinya untuk berjongkok, dan itu ternyata lebih mudah baginya.

Nah, untuk buang air besar lebih sering gagalnya. Karena Azka lebih sering tidak ke toiletnya. 😀 Biasanya kami sudah tahu kalau ia akan buang air besar, yang paling mudah dari ekspresi wajahnya tentu saja. Walaupun mau di ajak ke kamar mandi, Azka belum mau jongkok di closet, jadi yah di lantai kamar mandinya.

Dan hari ini kami dapat kabar gembira dari eyang utinya Azka, bahwa Azka sudah mau buang air besar di toilet. Berdasarkan cerita eyang utinya, dan cerita Azka sendiri, yang suka bercerita. Ternyata yang mengajak ke toilet adalah Azka sendiri. Alhamdulillah.

Sungguh kado yang indah dari anak batitaku. 🙂 Selalu sehat yah mas Azka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.