Berhentilah Mengeluh

Penjual Cilor
Spread the love
2 menit untuk membaca

Seringkali kita lebih sering mengeluh atas apa yang kita dapat saat ini. Kurang banyak, kurang sukses, dan kurang – kurang yang lainnya. Lebih banyak melihat kurangnya daripada kelebihan yang kita punya.

Sampai suatu saat Allah Subhana wa Ta’ala mengirimkan “malaikat” nya untuk menegur kita.

Berhentilah Mengeluh 1

Teguran halus dari-Nya agar selalu mensyukuri nikmat yang telah diberikan olehnya daripada mengeluh. Tapi memang sih manusia itu tempatnya berkeluh kesah.

Ini jelas sekali disebutkan Allah Subhana wa Ta’ala dalam firman-Nya berikut ini

Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir. (QS. Al-Ma’arij; 19-21)

Nah, kali ini malaikat itu adalah seorang tuna netra yang berjualan krupuk Palembang keliling.

Ada apa dengan si penjual kerupuk?

Mungkin lain ceritanya bila si penjual adalah orang yang normal, tidak memiliki kekurangan. Tapi ia penyandang tuna netra, dengan keterbatasannya untuk melihat dunia.

Ia melanglang buana menjajakan dagangannya.

Penjual krupuk ini seringkali lewat di depan rumah kami di kawasan Cipedak, Jagakarsa. Seringkali pula lewatnya sudah cukup larut malam. Masya Allah….

Dengan segala keterbatasannya, ia berkeliling menjajakan krupuk palembang, lelah jelas tergambar dari raut mukanya.

Ya Allah, untuk ia yang kurang dalam panca indranya, ia tetap giat menjemput rezeki-Mu sampai larut malam begini, di mana aku telah mulai beristirahat. Dengan segala keterbatasannya tiada ia berputus asa sehingga menjadi peminta-minta di pinggir jalan.

“Malu, lebih halal seperti ini pak,” jawabnya.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika salah seorang di antara kalian melihat orang yang memiliki kelebihan harta dan bentuk (rupa) [al kholq], maka lihatlah kepada orang yang berada di bawahnya.”
(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)
Tweet

Baca juga: Doa Ketika di Lilit Hutang

Melihat bapak penjual ini berjualan, terkadang membuat saya malas untuk memberi uang kepada peminta-minta yang masih muda, segar bugar.

Kenapa?

Ya iyalah, bandingkan dengan bapak yang tuna netra, terbatas gerak-geriknya, berjalan berkilo-kilometer, menjajakan kerupuk, percaya saja ketika di beri uang, iya kalau uangnya lebih, kalau kurang?

Ya Rabb, ampuni hamba yang kurang mensyukuri nikmat yang telah hamba terima sampai saat ini.

Robbi auzi’nii an asykuro ni’matakalattii an’amta ‘alayya wa ‘alaa waalidayya wa an a’mala soolihan tardhoohu wa adkhilnii birohmatika fii ‘ibadikash soolihiin.

(Quran Surat Al-Naml: 19)

Ya Allah, berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan untuk (selalu) mengerjakan amal soleh yang Engkau ridhai, serta masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang soleh.

(Quran Surat Al-Naml: 19).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *