Catatan Tentang Shalat Tahajud

Sholat Tahajud di Turki
Spread the love
5 menit untuk membaca

Salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan setelah shalat wajib adalah shalat sunnah Tahajud. Walau sifatnya sunnah, tetapi Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah lepas mengerjakan shalat ini di setiap malamnya.

Anjuran untuk melaksanakan shalat tahajud ada banyak di dalam Al-Qur’an dan Hadits-hadits shahih.

Catatan Tentang Shalat Tahajud 1

Anjuran Shalat Tahajud Dalam Al-Qur’an

Anjuran mengenai shalat tahajud ada di beberapa ayat kitab suci Al-Qur’an, beberapa di antaranya ada di :

Surah As-Sajdah: 16-17

“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan. Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As-Sajdah: 16-17)

Surah Al-Isra: 79

“Dan pada sebagian malam, maka kerjakanlah shalat tahajud sebagai suatu ibadah tambahan bagimu, mudah- mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al Isra 79)

Surah Az-Zariyat: 15-18

“Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Az-Zariyat: 15-18)

Baca Juga : 7 Keutamaan Sedekah


Anjuran Shalat Tahajud Dalam Hadits

Berikut ini beberapa riwayat hadits tentang keutamaan shalat tahajud :

Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu ia menuturkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang bangun di waktu malam dan ia pun membangunkan isterinya lalu mereka shalat bersama dua raka’at, maka keduanya akan dicatat termasuk kaum laki-laki dan wanita yang banyak berdzikir kepada Allah.” (Hadits Riwayat Abu Dawud)

Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya di malam hari terdapat waktu tertentu, yang bila seorang muslim memohon kepada Allah dari kebaikan dunia dan akhirat pada waktu itu, maka Allah pasti akan memberikan kepadanya, dan hal tersebut ada di setiap malam.” (Hadits Riwayat Muslim)

Catatan Tentang Shalat Tahajud 2

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Semoga Allah merahmati seorang suami yang bangun di waktu malam lalu shalat dan ia pun membangunkan isterinya lalu sang istri juga shalat. Bila istri tidak mau bangun ia percikkan air ke wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang isteri yang bangun di waktu malam lalu ia shalat dan ia pun membangunkan suaminya. Bila si suami enggan untuk bangun ia pun memercikkan air ke wajahnya.” (Hadits Riwayat Abu Dawud)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Syaitan mengikat di pangkal kepala seseorang darimu saat ia tidur dengan tiga ikatan yang pada masing-masingnya tertulis, ‘Malammu sangat panjang, maka tidurlah!’ Bila ia bangun lalu berdzikir kepada Allah, maka satu ikatan lepas, bila ia berwudhu’ satu ikatan lagi lepas dan bila ia shalat satu ikatan lagi lepas. Maka di pagi hari ia dalam keadaan semangat dengan jiwa yang baik. Namun jika ia tidak melakukan hal itu, maka di pagi hari jiwanya kotor dan ia menjadi malas.” (HR. Bukhari)


Jumlah Rakaat Shalat Tahajud

Ulama fiqih sepakat bahwa jumlah minimal rakaat shalat tahajud adalah dua rakaat. Hal ini berdasarkan hadits di bawah ini :

Baca Juga : Cara Daftar e-FIN Wajib Pajak Pribadi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Jika salah seorang di antara kalian bangun malam, maka bukalah shalat malamnya dengan dua rakaat yang ringan.” (Hadits Riwayat Muslim)

‘Aisyah mengatakan,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah shalat malam di bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari 11 raka’at. Beliau melakukan shalat empat raka’at, maka jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat empat raka’at lagi dan jangan tanyakan mengenai bagus dan panjangnya. Kemudian beliau melakukan shalat tiga raka’at.” (Hadits Riwayat Bukhari & Muslim)

Sedangkan untuk jumlah maksimal rakaat shalat tahajud, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan delapan rakaat, sepuluh, dua belas atau tidak ada batasnya.


Waktu Shalat Tahajud

Mayoritas ahli fiqih mengatakan bahwa shalat tahajud adalah shalat sunnah yang dilakukan malam hari setelah bangun tidur.

Dalam Al-Qur’an Surat Al- Muzzamil, Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :
bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya) (2) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit. (3)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Allah Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia pada setiap malamnya hingga tersisa sepertiga malam yang terakhir, Allah berfirman, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, akan Aku kabulkan. Siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku beri. Siapa yang meminta ampunan kepada-Ku, akan Aku ampuni.’”
(Hadits Riwayat Bukhari & Muslim)
Tweet

Waktu paling utama untuk mengerjakan shalat Tahajud adalah pada sepertiga malam terakhir.

Waktu malam dimulai dari tenggelamnya matarhari (maghrib), hingga terbit fajar subuh. Bila waktu maghrib kira-kira pukul 18.00 dan subuh pukul 4.00 pagi, maka waktu malamnya ada 10 jam.

Jadi Sepertiga malam terakhir itu kira-kira dimulai dari pukul 1.00.


Keutamaan Shalat Tahajud

Banyak keutamaan dari shalat sunnah tahajud, dan berikut ini adalah beberapa keutamaan shalat tahajud :

Shalat Tahajud adalah Sifat Orang Bertakwa dan Calon Penghuni Surga

Allah Subhana wa Ta’ala berfirman :
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur di waktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan di waktu pagi sebelum fajar.” (QS. Adz Dzariyat: 15-18).

Shalat Tahajud adalah Kebiasaan orang Shalih

Dari Abu Umamah Radhiyallahu anhu ia menuturkan, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Lakukanlah shalat malam oleh kalian, karena hal itu merupakan kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Ia pun dapat mendekatkan kalian kepada Rabb kalian, menghapus segala kesalahan dan mencegah dari perbuatan dosa.” (Hadits Riwayat At-Tirmidzi)

Shalat Tahajud adalah Sebaik-baiknya Shalat Sunnah

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda :
Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah – Muharram. Sementara shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR. Muslim no. 1163)

Shalat Tahajud Sebagai Penghapus dan Pencegah Dosa

Manusia adalah tempatnya salah dan khilaf. Kita memang ingin membawa bekal amal sholeh yang berlimpah, namun seringkali kita berbuat dosa-dosa kecil ataupun besar tanpa kita sadari. Salah satu amalan yang dapat menghapus dosa-dosa tersebut adalah shalat tahajud.

Doanya Dikabulkan

Sepertiga malam yang terakhir adalah waktu di mana Allah Tabaraka wa Ta’ala turun ke langit dunia setiap malamnya. Dan Allah Subhana wa Ta’ala akan mengabulkan setiap permintaan hamba-Nya.

Dari Jabir bin ‘Abdillah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Di malam hari terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah berkaitan dengan dunia dan akhiratnya bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberikan apa yang ia minta. Hal ini berlaku setiap malamnya.” (Hadits Riwayat Muslim)

Masuk Surga Dengan Selamat

Telah menceritakan kepada kami Muhammad Ibn Basysyar, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab Al-Tsaqafi, Muhammad Ibn Ja’far, Ibn Abi “Ady dan Yahya Ibn Sa’id dari Auf Ibn Abi Jamilah Al-A’rabi dari Zurarah Ibn Aufa dari Abdullah Ibn Salam RA dia berkata :

“Tatkala Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, masyarakat terkejut dan berlari menuju Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dikatakan : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ! Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang !

Maka di saat itulah aku mendatangai masyarakat (ikut bergabung) agar aku dapat melihat Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka tatkala wajah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam aku lihat dengan jelas, aku tahu bahwa wajah Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bukanlah wajah pendusta. Kalimat pertama kali yang beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam katakan adalah :

”Wahai manusia ! Tebarkanlah salam ! Berilah makan (kepada faqir miskin dan anak yatim ) ! Dan Shalatlah (pada malam hari) tatkala orang-orang tidur ! Niscaya kalian memasuki surga dengan selamat.” (HR. Tirmidzi No. 2409 dan mengatakan bahwa hadis ini shahih) Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ibn Majah dan Ad-Darimi )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *