Cerita Ketika Azka Sunat

Diposting pada
Spread the love

Sunat? Ya ampun, masih kecil sudah di sunat? Emang gak sakit?

Beragam pertanyaan dan ungkapan kami terima ketika Azka di sunat bulan Juni lalu. Komentar terbanyak adalah tidak percaya. Apalagi ketika diberitahu bahwa Azka yang minta sunat, bukan kemauan dari kami sebagai orangtuanya.

Azka di sunatApa itu Sunat?

Sunat atau khitan atau sirkumsisi (Inggris: circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup (kulup) alat kelamin pria.

Khitan pada laki-laki diwajibkan di dalam Islam karena akan mempermudah dalam mensucikan diri dari najis (membersihkan setelah buang air kecil).

Ketika Permintaan Sunat Datang

Permintaan itu datang tiba-tiba di pertengahan bulan Mei, jagoan kecil kami minta disunat. Padahal sebelumnya, ketika menyaksikan kartun Upin dan Ipin episode sunat, ia sering kali bersembunyi di balik badan ayahnya, atau lari ke kamar. 🙂

Awalnya kami anggap permintaan itu cuma main-main saja, mengingat usianya yang masih balita. Tetapi, setiap hari Azka selalu menanyakan hal yang sama, kapan Azka disunat? Duh, khitan aja kok ngebet banget sih mas…

Setiap kali ia bertanya, selalu kami tanya balik, “Emangnya Azka berani?”

Dan selalu dijawab dengan spontan olehnya, “Berani. Azka kan sudah besar.”

Akhirnya kami carikan tempat sunat yang dekat dengan rumah. Azka senangnya bukan main, ketika di ajak kontrol ke Dr. Ratna, dan dibuatkan janji untuk operasi sirkumsisi pada tanggal 09 Juni 2017.

Di usianya yang masih 4,5 tahun, anak kami siap untuk di sunat.

Ketika Hari H nya tiba

Hari masih pagi, dan keceriaan masih terpancar di wajah anak kami Azka, waktu belum juga menunjukkan pukul 8 pagi, tetapi ia sudah tidak sabar untuk pergi ke dokter untuk disunat.

Menggunakan dua motor, kami bertiga ditambah Eyang Kung menuju klinik dokter Ratna yang hanya berjarak 10 menit dari rumah.

Baca juga : Karena Semua Butuh Proses

Dan ketika tiba masih ada pasien umum yang sedang ditangani sang dokter. Kami pun harus menunggu sekitar 30 menit, dan tidak ada raut takut sama sekali di wajah si kecil.

Suasana mulai berubah ketika kami masuk ke ruangan dokter, sepertinya Azka tanpa sengaja melihat alat-alat yang akan digunakan untuk operasi sunat, mulailah tampak raut ketakutan di wajahnya.

Walau selama setengah jam harus mendengar tangisan dan jerit kesakitan Azka, akhirnya operasi dengan laser itu pun selesai. Perlahan senyum mulai merekah dari bibir Azka. Apalagi ketika sudah diberi permen kesukaannya. 😀

Ketika ditanya, “Sakit gak tadi disunat?”

“Seperti di gigit macan.” jawabnya.

Selamat yah mas Azka sudah berani di khitan, sudah menjalani salah satu kewajiban sebagai seorang muslim.

Oh iya, biaya sunatnya di Dr. Ratna itu sebesar 500 ribu rupiah, sudah dapat celana batok juga.

Rabbi Habli Minash Sholihin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *