Imunisasi Hepatitis, Imunisasi Pertama Bayi Baru Lahir

Diposting pada
Spread the love

Imunisasi hepatitis B adalah imunisasi yang pertama kali diberikan setelah bayi baru lahir. Itu pun kami ketahui ketika di beritahukan oleh suster/bidan yang membantu proses persalinan anak kami. Mendengar Azka yang belum genap sehari sudah menerima suntikan imunisasi kok rasanya gak tega.

Imunisasi Hepatitis
Vaccination by whitesession under CC0 licensed

Dan sebagai orangtua baru, kami juga baru tahu bahwa ada imunisasi yang diberikan ketika bayi baru berumur kurang dari sehari.

Imunisasi Hepatitis B

Imunisasi hepatitis B sendiri adalah awal dari pemberian imunisasi dasar lengkap bagi bayi. Selain hepatitis B, ada imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guérin), DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus), Campak, dan Polio.

Pemberian imunisasi hepatitis pertama kali dilakukan dalam waktu 12 jam pertama sejak kelahiran, ketika si bayi belum genap berumur satu hari.

Jadwal imunisasi hepatitis B dianjurkan ketika bayi berumur 0, 1 dan 6 bulan.

Sesuai dengan namanya, imunisasi ini bertujuan untuk melindungi bayi dari virus hepatitis B.

Pemberian imunisasi pertama ini dapat mencegah penularan hepatitis B sekitar 90%.

Kenapa imunisasi ini diberikan ketika bayi baru lahir yah? Menurut dokter, karena sebagian besar penyakit ini ditularkan ibu kepada bayinya.

Penularannya dapat terjadi sewaktu bayi masih di dalam kandungan ataupun saat persalinan.

Apa itu Hepatitis B?

 

Hepatitis sendiri berarti peradangan yang disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain oleh infeksi virus, gangguan metabolisme, konsumsi alkohol, penyakit autoimun. Tetapi dari sekian banyak faktor tersebut, infeksi virus menduduki peringkat pertama sebagai penyebab penyakit ini.

Ada lima macam hepatitis yang disebabkan oleh virus, yaitu hepatitis tipe A, hepatitis tipe B, hepatitis  tipe C, hepatitis  tipe D dan hepatitis tipe E. Ini bukan tingkat penyakit yah, tapi jenis virus yang menyerang.

Pada umumnya penderita hepatitis A dan E dapat sembuh, sedangkan virus hepatitis B dan C dapat menjadi penyakit kronis. Sedangkan hepatitis D dapat menyerang penderita yang sudah pernah terinfeksi hepatitis B, dan akan memperparah kondisi penderita.

Jika tidak segera di tangani, penderita hepatitis B yang kronis berisiko terkena sirosis hati, kanker hati, atau gagal hati.

Penyakit ini dapat menular melalui darah dan cairan tubuh. 95 persen penularan hepatitis B adalah saat masa persalinan, dari ibu ke bayi.

Menurut data WHO (World Health Organization) pada tahun 2012 ini virus hepatitis B telah menginfeksi kurang lebih 2 milliar penduduk dunia, dan lebih dari 350 juta orang di antaranya adalah penderita hepatitis B kronis.

Semoga anak kami selalu diberikan kesehatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *