Pengalaman Kirim Paket Pakai EMS ke Malaysia

Pengalaman Kirim Paket Pakai EMS ke Malaysia 1
Spread the love
5 menit untuk membaca

Ada sedikit rasa ragu ketika harus menggunakan jasa Pos Indonesia untuk pengiriman paket ke Malaysia.

Walau layanan yang digunakan adalah EMS (Express Mail Service).

Jujur saja ini adalah pengalaman pertama saya menggunakan jasa Pos Indonesia untuk pengiriman paket ke luar negeri.

Pengalaman Kirim Paket Pakai EMS ke Malaysia 2

Sebelumnya kantor saya bila mengirimkan paket ke luar negeri selalu menggunakan jasa ekspedisi DHL atau Fedex. Entah mengapa pimpinanku kali ini ingin menggunakan jasa Pos Indonesia.

Bila merujuk keterangan pada laman resmi Pos Indonesia, selain EMS ada beberapa jasa layanan pos international, antara lain Pos Ekspor, Paket Pos Cepat International, Pos Tercatat (R) International dan e-Packet.

Karena penasaran akhirnya saya pun meluncur ke kantor pos terdekat untuk sekedar bertanya. Dan ternyata selama pandemi covid-19 ini, layanan yang baru dibuka adalah layanan EMS saja.

Mulailah saya packing barang-barang yang akan dikirimkan dan saya buatkan juga dokumen commercial invoice dan packing list. Biasanya sih dua dokumen ini suka diminta oleh jasa pengiriman paket lainnya.

Perkiraan saya sih berat dari paket yang akan saya kirim sekitar 2.5 – 3 kg. Maklum di kantor enggak ada timbangan barang, jadi hanya bisa dikira-kira saja. Untuk memastikan perkiraan tarifnya, kita dapat menggunakan laman ini.

Check Tarif EMS Pos Indonesia
Jakarta – Kualalumpur EMS

Sedikit terkejut juga sih, bukan karena mahalnya tarif. Tapi karena murahnya tarifnya EMS International dari PT. Pos Indonesia ini, tarifnya hanya 1/3 dari tarif jasa pengiriman paket international lainnya.

Tarif lebih murah tapi lama pengiriman hampir sama bila dilihat di laman pos indonesia.

Baca Juga : Mencoba Anteraja Sameday Service di Tokopedia

Di Kantor Pos Fatmawati

Selesai mengepak barang, pada tanggal 26 Agustus 2020, saya pergi ke kantor Pos Besar Fatmawati. Letaknya tepat di depan Rumah Sakit Fatmawati. Padahal seminggu sebelumnya saya sempat datang ke Kantor Pos Pasar Minggu untuk bertanya perihal pengiriman paket international.

Sama seperti kebanyakan gedung perkantoran di masa pandemi ini, kita diharuskan cuci tangan dan diperiksa suhu tubuh terlebih dahulu sebelum diperbolehkan masuk ke dalam kantor pos. Batasan suhu tertinggi di kantor pos ini adalah 37.5 derajat celcius.

Selesai diperiksa suhu tubuh, petugas keamanan yang ada menanyakan maksud kedatanganku. Lalu saya pun langsung diberikan nomor antrian. Eh, ini sepertinya baru deh, biasanya tidak pakai nomor antrian, langsung ke loketnya saja.

Memang sih sudah lama juga enggak ke kantor pos ini, mungkin setahun yang lalu saya terakhir ke sini.

Tapi waktu itu belum ada mesin nomor antrian seperti sekarang ini.

Cukup lama juga saya menunggu dilayani oleh petugas pos. Padahal tidak banyak yang antri saat itu. Di layar monitor tertera yang sedang dilayani nomor 6 dan saya dapat nomor 9. Setidaknya ada 3 – 5 loket yang ada petugasnya.

Setelah menunggu sekitar 30 – 45 menit, tibalah giliran saya dilayani.

Ketika diterangkan barang yang akan dikirim adalah barang elektronik, ada sedikit keraguan dari petugas posnya. Mulailah pertanyaan detail keluar, ada baterainya enggak? Ada magnetnya enggak? Harganya berapa?

Dan semua jawabannya adalah tidak.

Baca juga : Beli Baterai Cadangan EOS M3

Memang ada peraturan tentang pengiriman baterai menggunakan angkutan udara. Terutama baterai lithium.

Lalu mbak petugas pos yang sedang bertugas minta ijin untuk membuka paket yang sudah rapi saya packing sebelumnya.

“Nanti saya rapikan lagi pak.” ujarnya

Selesai di check paketnya, saya pun diberikan formulir pertama untuk di isi. Rada bingung juga ini formulir apa resi pengiriman yah? Karena memang bentuknya seperti resi pengiriman.

Formulir EMS International
Formulir pertama yang harus diisi, mirip resi pengiriman.

Selesai mengisi resi pengiriman, saya pun diminta untuk mengisi commercial invoice.

“Mbak, ini kan saya sudah ada commercial invoice dan packing listnya.” ujarku sambil menunjukkan dua dokumen yang sudah saya sertakan di paket pengiriman.

“Iya pak, tetap harus diisi formulirnya.” jawabnya

Jadi sia-sialah dokumen yang saya ketik rapi sebelumnya. Tapi tetap saja saya sertakan di paket pengiriman. Kenapa?

Karena tulisan tanganku jelek. Siapa tahu ketika pihak Bea Cukai Malaysia kesulitan membaca tulisan tanganku, mereka bisa melihat commercial invoice yang sudah diketik rapi. hahahaha.

Pantas saja antriannya lama. Lah wong harus ngisi formulir dengan tulis tangan.

Setelah beres semua, baru saya dapat rincian harga untuk pengiriman kali ini. Ternyata tidak berbeda jauh dengan perkiraan harga dari laman web resmi Pos Indonesia.

Tutupan Pos/ Wil. Antar
Kenapa namanya tutupan pos yah?

“Untuk waktu pengirimannya sekitar 7 – 10 hari yah pak. Karena selama pandemi, paket yang dikirim biasanya di karantina dahulu.” terang si mbak petugas Pos Indonesia.

Sedikit kaget mendengar waktu kirimnya yang berbeda jauh dengan estimasi pengiriman di laman check tarif pos indonesia. πŸ˜€ Tapi sudah dibayar dan waktu kirimnya masih masuk akal.

Ada yang saya lupa. Bila ada kerusakan atau kehilangan dari paket yang kita kirim, nilai ganti rugi maksimum yang ditanggung oleh Pos Indonesia hanya 3 juta rupiah. Jadi kalau nilai barang yang hilang lebih dari 3 juta, tetap saja nilai pertanggungannya hanya 3 juta rupiah.

Waktu Pengiriman EMS Pos Indonesia Ke Malaysia

Tibalah masa yang sedikit memacu jantung dan adrenalin. Menunggu paket kirimannya sampai di tujuan.

Karena waktu pengirimannya yang hampir seminggu, saya pun tidak rutin mengecek di laman tracking EMS. Pertama kali saya check pada tanggal 31 Agustus 2020, 5 hari setelah saya kirim paketnya.

EMS pos indonesia Tracking
tanggal trackingnya lompat

Deg-degan juga karena yang terlihat pada laman tracking tersebut, tanggal terakhir yang tertera adalah tanggal 27 Agustus 2020. Dan tidak ada update lagi selama 3 hari.

Waduh, nyangkut di mana nih paketku. Nyasar ke mana nih?

Saya sih belum kepikiran untuk menanyakan tentang paketku melalui telpon ke customer servicenya.. Karena belum masuk masa 7 – 10 hari, seperti yang disebutkan petugas kantor pos Fatmawati sewaktu pengiriman.

Tanggal 2 September siang kembali saya check, Alhamduillah trackingnya sudah ada lagi. Ternyata paket saya sudah tiba di Malaysia sejak tanggal 2 September. Setidaknya paketnya sudah bergerak, tidak diam saja di Jakarta. πŸ˜€

Dan sudah lolos dari pemeriksaan dokumen oleh Bea Cukainya Malaysia (Royal Malaysian Customs Department).

Tanggal 3 September saya dapat kabar dari penerima bahwa paket sudah diterima dengan baik. Alhamdulillah.

Secara total waktu pengiriman dari tanggal 26 saya drop paket sampai di terima di Malaysia adalah 8 hari. Nggak meleset jauh dari yang diinfokan oleh petugas di kantor pos Fatmawati sebelumnya.

Kesimpulan

Ada baiknya untuk mengecek langsung ke kantor pos terlebih dahulu mengenai waktu kirim. Karena berbeda jauh dari estimasi di laman resmi mereka dengan yang diberikan oleh petugas posnya.

Apa mungkin hanya selama masa pandemi saja, atau memang laman resminya tidak diupdate yah?

Untuk trackingnya juga ada jeda waktu updatenya, jadi nggak real time. Entah apa penyebabnya. Dan tidak ada nama penerimanya. πŸ˜€

Ada harga ada rupa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *