Manusia-Manusia kuat

Manusia-manusia Kuat
Spread the love
2 menit untuk membaca

Apa karena terlalu sering dengar lagunya Tulus yang Manusia Kuat itu yah?

Jadi merasa bersyukur sekali minggu ini dipertemukan oleh manusia-manusia kuat.

Bukan yang kuat seperti Superman atau Hulk yah.

Itu mah superhero

Manusia-Manusia kuat 1

Mungkin ada baiknya kita sering melihat ke bawah, untuk mensyukuri apa yang telah Allah Subhana wa Ta’ala anugerahkan kepada kita.

Banyak sekali mereka yang “kuat” menjalani peran dalam kehidupan ini. Dan beberapa berhasil membuat saya malu pada diri sendiri, karena masih sering mengeluh.

Driver Ojek Online

Seperti gak ada habisnya kalau ngomongin driver ojek online. Selalu ada kisah dengan mereka Saya pernah dapat motor yang sudah tua, pernah mogok di jalan dan sering banget denger curhat para drivernya.

Saya lebih sering jadi pendengar yang baik bila ada driver ojek online yang curhat.

Dan kali ini saya bertemu driver yang sudah tua, rambutnya sudah putih semua. Ketika ngobrol ketahuan bahwa umur beliau sudah hampir 60 tahun.

Surprise tentunya, apalagi motor yang dibawanya adalah Thunder 125. Motor laki yang menggunakan kopling manual.

Kebayang deh capeknya beliau menembus kemacetan ibukota dari pagi sampai malam. Saya sendiri sepertinya nggak akan kuat bila berada di posisi beliau. Kadang nyetir sendiri motor matic saja ketika berangkat/pulang kerja sudah berasa capeknya.

Secara nggak langsung Allah Subhana wa Ta’ala ngingetin saya bahwa ada tuh yang lebih tua dari saya, gak putus asa menjemput rejekinya. Walau beliau sempat di tolak 2 operator ojek online.

Semoga makin berkah rejekinya yah pak.

Pedagang Tisu

Apa istimewanya dengan pedagang tisu?

Banyak yang berjualan di lampu-lampu merah atau area-area macet.

Yang satu ini berbeda, karena kakinya hanya satu. Remaja cowok itu saya lihat sedang berjualan di dekat persimpangan Yasmin, Bogor hari Jum’at minggu lalu ketika menemani atasan saya ketemu customer di Bogor Trade Mall.

Dengan kakinya yang hanya satu bertopang tongkat membuat geraknya terbatas. Ia hanya berdiri di sela-sela kendaraan yang sedang mengantri di kemacetan siang itu.

Capek?

Tentu saja, tapi salut untuknya. Kenapa? Ia memilih berjualan dibandingkan mengulurkan tangan kepada para pengemudi mobil meminta-minta.

Seharusnya para peminta-minta yang masih berbadan segar itu malu dengan pemuda ini. Eh, apa mereka masih punya malu?

Barangsiapa meminta-minta kepada manusia harta mereka untuk memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya dia hanyalah sedang meminta bara api. Maka silahkan dia kurangi ataukah dia perbanyak.

(Hadits Riwayat, Ibnu Majah dan Ahmad)

Pemuda Satu Kaki lagi

Bener-bener deh kalau Allah Subhana wa Ta’alamau nyentil kita tuh. Masih di hari Jum’at yang sama, Allah Subhana wa Ta’ala kembali menyentil saya dan ini rasanya yang paling menohok.

Ketika adzan shalat Jum’at berkumandang, sebagai laki-laki saya harus ke masjid untuk shalat Jum’at. Masuk masjid, saya duduk mendengar khotib berkhotbah lalu sholat.

Ketika iqomah dilantunkan semua jamaah berdiri dong dan ada satu orang yang menyita perhatianku. Tepat di depan saya berdiri seorang pemuda dengan satu kakinya tidak menapak ke lantai.

Bukan hantu yah.

Tetapi memang tidak kelihatan tapak kakinya dan sholatnya berdiri seperti yang lainnya tidak duduk.

Selesai shalat sengaja aku menunggu pemuda tadi keluar. Dan ia keluar masjid dengan cara merangkak sampai ke teras masjid tempat di mana ia melepas kaki palsunya.

Ini bukan sentilan lagi, tapi jeweran buat saya yang masih bolong-bolong shalat berjamaahnya.

“Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum`at, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”

( Qur’an Surat Al-Jumu`ah : 9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *