Manusia-Manusia kuat

Diposting pada

Apa karena terlalu sering dengar lagunya Tulus yang Manusia Kuat itu yah, jadi merasa bersyukur sekali minggu ini dipertemukan oleh manusia-manusia kuat. Bukan yang kuat seperti Superman atau Hulk yah.

Manusia-Manusia Kuat
Picture by Pezibear under CC0

Mungkin ada baiknya kita sering melihat ke bawah, untuk mensyukuri apa yang telah Allah anugerahkan kepada kita. Banyak sekali mereka yang “kuat” menjalani peran dalam kehidupan ini. Dan beberapa berhasil membuatku malu pada diri sendiri, karena masih sering mengeluh.

Driver Ojek Online

Seperti gak ada habisnya kalau ngomongin driver ojek online. Selalu ada kisah dengan mereka, pernah dapat motor yang sudah tua, pernah mogok di jalan, dan sering denger curhat para drivernya.

Dan kali ini bertemu driver yang sudah tua, rambutnya sudah putih semua. Ketika ngobrol ketahuan bahwa umur beliau sudah hampir 60 tahun. Surprise tentunya, apalagi motor yang dibawanya adalah Thunder 125. Motor laki yang menggunakan kopling manual.

Kebayang deh capeknya beliau menembus kemacetan ibukota dari pagi sampai malam. Aku sendiri sepertinya gak akan kuat bila berada di posisi beliau. Kadang nyetir sendiri yang matic aja ketika berangkat/pulang kerja sudah berasa capeknya.

Secara gak langsung Allah ngingetin aku, bahwa ada tuh yang lebih tua dari aku, gak putus asa menjemput rejekinya, walau sempat di tolak 2 operator ojek online. Semoga makin berkah rejekinya yah pak.

Pedagang Tisu

Apa istimewanya pedagang tisu? Banyak yang berjualan di lampu-lampu merah atau area-area macet.

Yang satu ini berbeda, karena kakinya hanya satu. Remaja cowok itu aku lihat dekat persimpangan Yasmin, Bogor hari Jum’at lalu ketika menemani atasanku ketemu customer di Bogor Trade Mall.

Dengan kakinya yang satu, membuat geraknya terbatas, hanya berdiri di sela-sela kendaraan yang sedang mengantri di kemacetan siang itu.

Capek? Tentu saja, tapi salut untuknya. Kenapa? Ia memilih berjualan dibandingkan meminta-minta.

Seharusnya para peminta-minta yang masih berbadan segar itu malu dengan pemuda ini. Eh, apa mereka masih punya malu?

Barangsiapa meminta-minta kepada manusia harta mereka untuk memperbanyak hartanya, maka sesungguhnya dia hanyalah sedang meminta bara api. Maka silahkan dia kurangi ataukah dia perbanyak. (Shohih. HR. Muslim II/720 no.1041, Ibnu Majah I/589 no. 1838, dan Ahmad II/231 no.7163).

Pemuda Satu Kaki lagi

Bener-bener deh kalau Allah mau nyentil kita tuh. Masih di hari Jum’at yang sama, Allah kembali menyentil aku, dan ini yang paling menohok.

Ketika adzan Jum’at berkumandang, sebagai laki-laki harus ke masjid untuk shalat Jum’at. Masuk masjid, duduk dengar khotib berkhotbah lalu sholat.

Ketika iqomah dilantunkan, semuanya berdiri dong, dan ada satu orang yang menyita perhatianku. Tepat di depanku berdiri seorang pemuda dengan satu kakinya tidak menapak ke lantai.

Bukan hantu yah, tetapi memang tidak kelihatan tapak kakinya dan sholatnya berdiri seperti yang lainnya, tidak duduk.

Selesai shalat, sengaja aku menunggu pemuda tadi keluar. Dan ia keluar masjid dengan cara merangkak sampai ke teras masjid tempat di mana ia melepas kaki palsunya.

Ini bukan sentilan lagi, tapi jeweran buatku yang masih bolong-bolong shalat berjamaahnya.

“Wahai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jum`at, maka bersegeralah kalian kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” ( Al-Jumu`ah : 9)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *