Menikmati Sate Kelopo Ondomohen Bu Asih, Surabaya

Diposting pada
Spread the love

Ketika minggu lalu berkesempatan berkunjung ke Kota Pahlawan, Surabaya, temanku mengajak makan malam di warung sate tidak jauh dari Balai Kota Surabaya. Sate Kelopo Ondomohen Ibu Asih namanya.

Awalnya yang terbayang adalah sate lilit khas bali, yang juga menggunakan kelapa. Tetapi ternyata bukan. Penyajiannya mirip dengan sate madura pada umumnya.

Lokasi Sate Kelopo Ondomohen

Warung sate ini terletak di Jl. Walikota Mustajab No. 36, Surabaya. Detailnya dapat dilihat pada peta berikut i

Lalu kenapa namanya sate kelopo Ondomohen? Aku pun sempat bertanya-tanya. Selidik punya selidik, ternyata nama tersebut di dapat dari nama jalan sebelumnya, yang sekarang berubah menjadi nama Jl. Walikota Mustajab.

Dari hotel kami di Cleo Basuki Rahmat kami menyeberang ke depan Balai Pemuda Surabaya, lalu dilanjutkan naik angkutan kota (angkot). Sayangnya lupa naik angkot berapa karena sudah malam.

Turun di depan Balai Kota Surabaya, kami pun melanjutkan perjalananan dengan berjalan kaki. Lumayan jauh juga kami berjalan, hingga terbitlah rasa lapar kami.

Baca juga: Menikmati Semangkok Bakso Boedjangan

Walau sudah malam, warung sate ini masih ramai dengan pengunjung. Aroma harum sate, plus asap dari pembakaran sate menyambut kedatangan kami. Langsung kami memesan satu porsi sate ayam dan sate daging sapi, plus teh tawar anget. 🙂

Di warung ini kita harus mau berbagi meja dengan pengunjung lainnya. Karena memang tempatnya tidak terlalu besar, dan selalu ramai pengunjung yang datang silih berganti.

Dan warung sate ini tidak membuka cabang di tempat lain yah. Jadi kalau kamu mau menikmati sate kelopo ini, ya harus datang ke Surabaya.

Jam buka : 7.00 – 23.00

Sate Klopo Ondomohen Ibu Asih

Pilihan Sate

Selain sate ayam dan daging sapi yang kami pesan, ternyata warung sate ini juga menyediakan sate udang, sumsum, dan usus.

Akhirnya terjawab juga rasa penasaranku, sate kelopo ondomohen ini berbeda dengan bayanganku yang mirip dengan sate lilit. Satenya sendiri dibalur dengan bumbu yang sudah dicampur dengan parutan kelapa. Jadi ada rasa gurih kelapanya ketika kita makan.

Sate ini disajikan di atas bumbu kacang plus irisan bawang merah dan cabai. Sedang nasinya disajikan di piring terpisah yang sudah ditambahkan serundeng.

Soal rasa, menurut saya pribadi sih sate daging sapinya lebih enak bila dibandingkan sate ayam. Apa karena saya jarang makan sate daging sapi yah? 🙂 Tapi beneran rasanya enak, empuk dan gurih. Untuk sate ayamnya tidak kalah enak dan isinya juga daging semua, tanpa kulit atau usus.

Harganya? Nah ini, karena saya dibayarin sama teman, jadi lupa nanya-nanya harga per porsinya. Untuk satu porsi sate ayam + sate daging sapi + 2 porsi nasi dan teh tawar, harga yang harus dibayar adalah Rp. 62.000

Jangan lupa mampir ke sini bila berkunjung ke Kota Pahlawan yah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.