Travel, Food & Life

Pawai Obor Lagi di Rumah Eyang Uti

Cerita Kami

Pawai Obor?

Sama seperti tahun kemarin, dan dua tahun lalu. Azka bersama kedua sepupunya Faiz dan Nisa ikut takbir keliling dan pawai obor menyambut Idul Fitri. Bedanya bila tahun kemarin Azka hanya berdua dengan ayahnya saja pawai obornya. Karena Faiz dan Nisa pulang kampung ke Solo.

Dan tahun ini pasukan komplit kembali.

Takbir keliling yang diadakan oleh Musholla Al Amannah di dekat rumah eyangnya para krucil. Seperti biasa yang ikut berjalan kaki dengan membawa obor hanya Azka dan Faiz, tentu saja didampingi oleh para ayah. πŸ™‚

Para ibu dan Nisa? Mereka mengikuti pawai obor menggunakan sepeda motor.

Pawai obornya memang diadakan hanya untuk anak-anak saja. Tujuannya untuk mengenalkan pentingnya menggemakan takbir di malam Idul Fitri.

Saya sendiri yang sudah lama tinggal di Gg. Cemara agak lupa kapan tradisi ini mulai diadakan. Seingat saya sih sewaktu kecil tidak ada tradisi pawai obor dan takbir keliling.

Keseruan Azka dan Faiz ikut Takbir Keliling dan Pawai Obor

Orang dewasanya kebanyakan mengikuti naik motor. πŸ˜€ Kalah deh dengan anak-anak kecil yang kuat berjalan kaki sejauh 3 kilometer.

Baca Juga  Bapak Shalat Jumat?

Ternyata lumayan juga jalan kaki malam-malam sejauh kurang lebih 3 kilometer. πŸ˜€ Cukup membuat badan berkeringat, ditambah jalannya naik turun di beberapa tempat.

Rute Pawai Obor

Rute pawai obor kali ini masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Berangkat dari Musholla Al Amanah di Gg. Cemara, peserta pawai obor keluar dari Gg. Cemara – Jl. Cilandak KKO – Jl. Kp Utan – Jl. Khair – Jl. Harsono RM – Jl. Poncol – Gg. Abah.

Kalau menurut google maps sih jarak yang ditempuh oleh peserta takbir keliling sekitar 2.8 km, dengan waktu tempuh 35 menit. Real timenya hampir 1 jam kami berjalan kaki mengikuti iring-iringan.

Takbir kelilingnya dimulai setelah shalat isya dan kembali berada di Musholla Al Amanah sekitar pukul 20.30.

Ketika kami melewati Masjid Nurul Fallah, Jl. Harsono RM, rombongan kami bertemu kembali dengan beberapa rombongan pawai dalam rangka menyambut Idul Fitri 1440 Hijriah.

Bila melihat dari berbagai macam atribut yang mereka bawa sepertinya mereka akan mengikuti lomba pawai antar RW (Rukun Warga) di kelurahan Ragunan.

Baca Juga  Cerita Ketika Azka Sunat

Selesai takbir keliling setiap anak yang ikut mendapat makanan kecil. Dan ketika tidur di rumah eyangnya, Azka minta dipijitin kakinya. Pegal dan capek katanya. πŸ˜€

Kami sekeluarga mengucapkan

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriah

Taqoballahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, wa ja’alanallahu wa iyyakum minal aidzin wal faidzin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *