Pengalaman Transfer Valas Thailand Baht

transfer valas
Spread the love
3 menit untuk membaca

Salah satu relasi kantorku adalah perusahaan yang berkantor di Bangkok, Thailand.

Beberapa bulan ke belakang saya harus berhubungan dengan pengiriman uang ke Bangkok.

Dalam mata uang Thailand Baht tentunya.

Yang ternyata tidak semudah ketika melakukan transfer dalam mata uang asing lainnya seperti USD ataupun EURO.

Pengalaman Transfer Valas Thailand Baht 1

Kok bisa?

Yang pertama adalah tidak semua bank bisa melayani transfer ke dalam mata uang Baht.

Lalu dari beberapa bank yang bisa melakukan transfer valas ke dalam mata uang Thailand Baht, mereka akan mengkonversi mata uang Baht ke dalam USD terlebih dahulu.

Lalu dari USD baru dikonversi menjadi mata uang Rupiah (IDR). Jadi dua kali konversi valas (multi currency).

Hal ini terjadi karena mata uang Baht kurang dikenal atau mungkin maksudnya kurang banyak yang transaksi menggunakan mata uang ini.

Baca juga: Pengalaman Terbang Bersama Citilink Jakarta – Medan

Pengalaman Transfer Valas THB Dengan Bank Mandiri

Karena rekening perusahaan berada di Bank Mandiri maka pengalaman pertama adalah menggunakan layanan mereka.

Untuk layanan Outgoing Transfer (OTR) ke mata uang Thailand Baht dari Bank Mandiri hanya bisa dilakukan dengan mata uang USD. Karena rekening perusahaan adalah Rupiah, maka yang dilakukan oleh pihak bank adalah mengkonversi nilai Thailand Baht ke USD terlebih dahulu.

Setelah dapat nilai dalam dollar Amerika lalu nilai dollar tersebut dikonversi lagi menjadi nilai rupiah. Nah nilai rupiah ini yang akan didebet dari rekening kita.

Karena menggunakan rekening giro perusahaan, maka dibutuhkan beberapa dokumen pendukung seperti :

  • Cheque, biasanya saya isi ketika di depan teller. Diisi sesuai dengan jumlah rupiah yang di dapat dari multiple konversi dari pihak Bank.
  • Surat Pernyataan Transfer Valas di atas materai.
  • Fotocopy KTP yang menandatangani Cheque
  • Fotocopy NPWP perusahaan.
  • Invoice atau dokumen pendukung lainnya.

Di Bank Mandiri tempat kami membuka rekening tidak ada teller khusus yang melayani transfer valas. Pelayanan tellernya hanya dipisahkan berdasarkan nilai transaksi saja.

Jadi saya harus ikut antri di antrian umum yang lebih besar dari 25 juta. Dan yang antri di antrian ini biasanya yang transaksinya lebih dari satu transaksi.

Akibatnya luamaaaaaa banget kalau antri. 😀

Tinggal kita yang harus pintar-pintar cari waktu kapan antriannya tidak terlalu panjang.

Biaya pengiriman yang dikenakan adalah Rp. 35.000 plus biaya layanan full amountnya sejumlah USD 30.

Apa tuh biaya layanan full amount?

Mudahnya sih, kita sebagai pihak yang mentransfer valas yang membayar seluruh biaya yang diperlukan. Jadi pihak penerima akan menerima sesuai dengan jumlah yang ditransfer.

Bila tidak maka biaya untuk transfer valasnya akan dipotong dari jumlah yang kita transfer.

Baca Juga : Pengalaman Transfer Euro Dengan Octo Mobile

Pengalaman Transfer Valas THB Dengan Bank BCA

Suatu ketika ada kejadian di mana atasanku tidak ada ditempat., dan tidak ada cheque tersisa yang sudah ditandatangani beliau. Sedangkan company group yang ada di Thailand sudah meminta transfer segera.

Akhirnya saya putuskan untuk memindahkan dana dari Bank Mandiri ke rekening pribadi saya yang ada di Bank BCA melalui fasilitas internet banking

Setelah transaksi di approve pak bos, saya pun meluncur ke Bank BCA terdekat.

Berbeda dengan Bank Mandiri, ketika tiba di lokasi teller saya langsung ditanya oleh petugas keamanan yang sedang bertugas. Setelah mengutarakan tujuan transaksi bapak security langsung mengarahkan saya ke teller khusus.

Asyik nih tidak perlu antri panjang.

Bener saja. Di teller khusus ini saya diberitahu berapa nilai tukar dari IDR ke USD dan dari USD ke THB sekaligus total rupiah yang akan didebet dari rekening saya.

Dari teller ini saya diminta untuk menunggu dipanggil oleh teller yang lain. Dan saya tidak perlu menunggu lama untuk dipanggil.

Jadi sepertinya transaksi valas diprioritaskan oleh mereka.

Apa karena jam transaksi valas yang terbatas yah? Apalagi di era pandemic corona ini transaksi valas hanya sampai pukul 12.00.

Untuk dokumen yang diperlukan hanya Surat Pernyataan Transfer Valas yang saya tanda tangani di atas materai 6.000.

Biaya yang dikenakan adalah Rp. 50.000 plus USD 20 untuk full amountnya. Semua biaya plus biaya materai langsung didebet dari rekening menggunakan paspor BCA.

Lebih mudah mana?

Menurut saya lebih mudah dan cepat menggunakan layanan Bank BCA. Namun karena ini adalah transaksi perusahaan ya mau nggak mau saya tetap menggunakan layanan Bank Mandiri.

Walau harus antri lama… 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *