Perkembangan Bayi Kami Ketika Berumur Satu Tahun

bayi belum satu tahun
Spread the love
3 menit untuk membaca

Alhamdulillah, bulan ini Azka menginjak umur satu tahun.

Semakin lincah dan banyak kelakuan buah hati kami yang terkadang “ajaib”.

😀

Senang banget menyaksikan keaktifan si kecil, walau terkadang rumah jadi berantakan.

Perkembangan Bayi Kami Ketika Berumur Satu Tahun 1

Berantakan? Kok bisa?

Jelas bisa, Azka kecil sudah mulai bisa menjelajah rumah sederhana kami. Walau hanya dengan merangkak tapi daya jelajahnya bisa satu rumah.

Dan hal ini membutuhkan perhatian ekstra dari kami, karena ia pernah menghilang.

Tentu saja tumbuh kembang setiap balita memiliki keunikan sendiri-sendiri, termasuk anak kami. Yang pasti sih nggak mungkin sama dengan anak balita lainnya.

Lalu apa saja yang sudah bisa Azka lakukan di umurnya yang satu tahun ini?

Bisa Berdiri Sendiri

Ketika sebelumnya hanya bisa merangkak, bayi kami yang sudah berumur satu tahun ini mulai bisa berdiri sendiri.

Yups, Azka sudah bisa berdiri sendiri dengan cara merambati benda-benda didekatnya. Entah itu tembok, meja, galon air.

Walau sudah berani melangkah sedikit demi sedikit, namun ia belum berani melepaskan tangan dari pegangannya.

Masih Minum ASI (Air Susu Ibu)

ASI? Satu tahun?

Walau sudah berumur satu tahun buah hati kami masih tetap menikmati air susu ibu. Langsung dari sumbernya.

Lah kok?

Kenapa nggak dipompa? Lalu dikasih lewat botol.

Well, itu sudah pernah kami coba sebelumnya dengan hasil nihil. Azka tidak mau minum susu dari botol. Bahkan ia juga tidak mau minum susu formula.

Mubazirlah pompa ASI dan macam-macam botol dot yang kami beli.

Belum Bisa Berbagi

Bayi Satu Tahun Berebut Eyang Uti
Berebut Eyang Uti. 😀

Azka memiliki sepupu yang umurnya lebih tua satu tahun. Ketika berkumpul kedua balita ini memang belum bisa berbagi.

Bukan hanya mainan saja yang tidak bisa dibagi, bahkan eyang utinya pun jadi rebutan. Kalau salah satu sudah digendong oleh eyangnya, yang satu pasti merajuk minta digendong juga.

Mulai Banyak Berceloteh

Celoteh si kecil mulai banyak, walau kami berdua kurang paham apa yang dibicarakannya. Kurang?

Nggak paham lebih tepatnya. 😀

Sudah kebiasaan kami berdua untuk selalu mengajak buah hati kami ngobrol sejak lahir. Walah lebih banyak ia yang mendengarkan celoteh kami berdua.

Mungkin sekarang giliran ia yang berceloteh dan kami harus memahami kosa kata yang keluar dari mulut kecilnya. Bahasa bayi 😀

Tapi ia sudah mengerti ketika dipanggil namanya. Atau menunjuk dirinya sendiri ketika ditanya Azka mana? Sama halnya ketika ditanya mana ayah? Mana ibu?

Walau begitu sampai sekarang buah hati kami belum bisa mengucapkan ayah atau ibu.

Tumbuh Gigi

Memasuki usianya yang satu tahun, sudah ada gigi yang mulai tumbuh. Ya walaupun baru empat. Dua gigi seri depan bagian atas dan dua gigi seri depan bagian bawah.

Setidaknya Azka sudah dapat mencoba makanan yang agak keras.

Mulai Dapat Diajak Bermain

Seiring tumbuh kembangnya, bayi kami mulai bisa diajak bermain. Apalagi ia sudah dapat bergerak sendiri, walaupun hanya dengan merangkak.

Permainan sederhana seperti mencari sumber suara dari mainan yang berbunyi kincring-kincring sampai yang ada suara musiknya.

Ia pun mulai tertarik dengan beraneka ragam warna, salah satu mainan kesukaan Azka adalah balon yang berwarna warni yang bisa terbang. Sering juga ia main di keranjang pakaian yang kami goyang-goyangkan.

Ia juga sudah dapat memegang, melempar, menarik, mendorong, memukul-mukul mainan yang ada di dekatnya.

Belajar Makan Sendiri

Gerak motorik bayi kami sudah mulai bisa memegang sendok makannya walau belum sempurna banget. Terkadang kami biarkan ia untuk coba makan MPASI nya sendiri.

Walau hasilnya berantakan. 😀

Nggak papa kalau kata ayahnya Azka, biarkan saja si kecil belajar mengenal dunianya.

Yang paling sering sih, ia memasukkan apa saja yang dipegang ke dalam mulutnya. Kita sebagai orang tua yang harus extra waspada.

Menghilang

Ada kejadian yang membuat jantung saya berdebar kencang ketika si kecil sudah mulai bisa merangkak.

Azka hilang.

Padahal hanya saya tinggal mandi sebentar saja, dan rumah dalam keadaan terkunci. Sempat panik dan mencari keluar rumah, walau rasanya mustahil.

Ternyata ia sudah ada di lantai 2 tempat kami biasa menjemur pakaian. Udah seperti film Baby’s Day Out aja.

Walau terkadang kesal melihat tingkah si kecil kami, apalagi ketika membuat rumah berantakan. Namun kami berdua berusaha menikmati tahapan yang sedang dilewati oleh si keci ini.

Suatu hari hal ini akan menjadi momen berharga bagi kami sekeluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *