Berkunjung ke Pura Uluwatu Lagi

Berkunjung ke Pura Uluwatu Lagi 1
Spread the love
4 menit untuk membaca

Pura, pantai, gunung dan Bali memang tidak dapat dipisahkan. Dan Salah satu tempat yang kami kunjungi ketika gathering karyawan Cerindo awal Maret lalu adalah Pura Uluwatu.

Pura yang terletak di atas tebing karang di Bali Selatan ini merupakan salah satu tempat wisata populer di Bali.

Selesai makan siang nasi campur di Warung Wardani, dua bus yang membawa rombongan kami pun meluncur menuju Pura Luhur Uluwatu.

Berkunjung ke Pura Uluwatu Lagi 2

Pemandu Wisata atau tour guide yang menemani kami pun menceritakan sedikit tentang Pura yang ada di ujung barat daya pulau Bali Ini.

Begini kisahnya…

Pura Luhur Uluwatu

Pura Uluwatu

Yang menarik dari Pura ini adalah letaknya yang berada di atas tebing yang menjorok ke arah Samudera Hindia. Ketinggian tebingnya sekitar 97 meter dari permukaan laut.

Dalam bahasa Sansekerta, Ulu artinya adalah puncak, ujung, atas. Watu artinya adalah batu. Jadi Uluwatu memiliki arti Puncak Batu. Sesuai dengan lokasi pura yang berada di bagian puncak tebing batu karang.

Awalnya pura ini merupakan tempat lokasi pemujaan oleh Empu Kuturan. Pura ini dipercaya oleh umat Hindu sebagai penyangga dari 9 (sembilan) mata angin.

Pura Uluwatu merupakan salah satu tujuan wisata favorit untuk wilayah Bali bagian selatan. Biasanya kalau ikut tour dari travel agent akan dijadikan satu dengan tujuan ke Tanjung Benoa ataupun ke tempat wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK)

“Dan hati-hati dengan monyet di sana.” tutup pemandu wisata kami.

Baca Juga : Menantang Jeram di Sungai Ayung Ubud, Bali

Lokasi Pura Uluwatu

Tak terasa sekitar satu jam perjalanan dari Denpasar ketika kami tiba di kawasan Pura Uluwatu. Suasananya tidak seramai sewaktu terakhir kali saya ke sini. Bus yang terparkir saat itu pun bisa dihitung oleh jari.

Mungkin karena ada Corona Outbreak.

Seingat saya ini adalah kunjungan kedua ke Pura Luhur Uluwatu yang terletak di desa Pecatu, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Seperti biasa ketika memasuki kawasan pura, para pengunjung diwajibkan untuk mengenakan selendang. Dan untuk mereka yang mengenakan celana pendek harus mengenakan sarung juga.

Dan untuk wanita yang sedang haid (menstruasi) tidak diperkenankan masuk ke dalam Pura yah.

Sarung dan selendangnya sudah disediakan oleh pengelola.

Waktu terbaik untuk berkunjung ke Pura Uluwatu sebenarnya adalah petang menjelang sunset. Menyaksikan matahari terbenam di samudera Hindia menjadikan pura ini terlihat lebih eksotis.

Apalagi sambil menyaksikan Tari Kecak.

Setiap hari ada pertunjukan tari kecak yang dimulai dari pukul 18.00 – 19.00 WITA. Namun kali ini saya kembali tidak dapat menyaksikan tari kecak di pura uluwatu.

Karena event organizernya sudah mengatur untuk menyaksikan tari kecak yang ada di Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Berkunjung ke Pura Uluwatu Lagi 3
Cerindo Group di Pura Uluwatu

Harga Tiket Masuk Pura Uluwatu

Untuk masuk ke kawasan Pura Luhur Uluwatu para wisatawan akan dikenakan tarif yang berlaku.

KategoriHarga Tiket
Wisatawan Domestik
DewasaRp. 30.000
Anak-anakRp. 20.000
Wisatawan Asing
DewasaRp. 50.0000
Anak-anakRp. 30.000

Cukup murah kan?

Sedangkan bila kita ingin menyaksikan tari kecak di sini, maka kita perlu membeli tiket terpisah yang harganya Rp. 100.000.

Monyet Nakal

Seperti sudah diceritakan oleh pemandu wisata kami bahwa monyet-monyet di tempat wisata Pura Uluwatu kadang bisa nakal. Terutama bila melihat benda-benda yang menarik perhatian mereka.

Benar saja

Baru saja memasuki gerbang utama, seorang temanku sudah kehilangan kacamatanya. Padahal kacamatanya sudah ia simpan di dalam tempat kacamata.

Namun si monyet tetap bisa mengambil tempat kacamatanya. Monyet ini pun mencoba membukanya dengan cara digigit-gigit.

Berkunjung ke Pura Uluwatu Lagi 4
Asyik dengan Kacamata

Akhirnya setelah seorang pawang membantu dengan melemparkan sebungkus makanan, kacamata itu pun dilepas oleh si monyet. Walau dalam kondisi sedikit berantakan.

Seingatku monyet yang sama juga mengincar kacamataku ketika saya hendak keluar dari area pura ini. Dari jauh si monyet sudah mengawasiku seperti seorang detektif.

Merasa diperhatikan si monyet saya pun langsung melepas kacamata yang baru saya tebus dengan BPJS Kesehatan ini.

Ketika sudah dekat si monyet, ia tetap mengawasiku. Bahkan memutar dan mengikuti saya dari belakang. 😀 Sebelum akhirnya diusir oleh seorang pawang yang ada di dekat situ.

Sepertinya si monyet terbiasa mendapatkan makanan dengan cara barter barang yang diambil dengan sekantong makanan.

Fasilitas di Pura Uluwatu

Tempat parkir di Pura Uluwatu ini cukup luas. Selain itu tersedia juga warung, resto dan cafe yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman

Namun kita tetap perlu berhati-hati dan waspada. Karena masih banyak monyet yang berkeliaran sampai ke area warung ini dan pusat penjualan oleh-oleh Beberapa bahkan sampai mengacak-acak barang-barang yang ada di motor yang sedang terparkir.

Toilet dan kamar mandi juga tersedia di area parkiran mobil. Bersih dan nyaman. Sepertinya selalu dijaga kebersihannya oleh pengelola Pura Uluwatu ini untuk memuaskan para pengunjung.

Good job! Terkadang fasilitas yang satu ini kurang diperhatikan oleh pengelola tempat wisata di Indonesia.

Di daerah Uluwatu juga terdapat berbagai penginapan, dari yang murah sampai yang mahal. Memudahkan kita menginap bila ingin menjelajahi berbagai tempat wisata di Bali Selatan.

Mungkin lain waktu akan ke sini lagi bareng Azka dan ibunya. 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *