kupat_tahu_magelang

Sedapnya Kupat Tahu Magelang

By

Medio September 2014, akhirnya berkesempatan juga menginjakkan kaki di kota Magelang, walau hanya untuk numpang tidur dan makan.

Wisata? Belum sempat, karena harus bersiap untuk ke kota berikutnya untuk instalasi people counter.

Kota Magelang terletak di sebelah utara kota Jogjakarta, kurang lebih 43 kilometer dari kota Jogjakarta. Butuh waktu kurang lebih 1.5 jam untuk tiba di kota Magelang dari Malioboro, Jogjakarta.

Transportasi yang kami gunakan adalah taxi. Selain cepat, kami juga kurang paham jalan menuju kota Magelang.

Kota Magelangnya sendiri terbilang sepi. Toko yang kami pasang alat penghitung pengunjung pun tutup sekitar pukul 20.00.

Setelah urusan instalasi selesai, tiba waktunya pulang. Karena hari kepulangan adalah Jum’at, kami sholat Jum’at terlebih dahulu di Masjid Agung Kota Magelang.

Letak Masjid Agung Kota Magelang ada di sebelah barat alun-alun kota Magelang.

Kupat Tahu Magelang

Selesai shalat Jum’at kami pun diajak pemilik toko menuju warung Tahu Pojok Magelang untuk makan siang. Posisinya ada di Jl. Tentara Pelajar, tidak jauh dari alun-alun kota Magelang dan Masjid Agung. Tidak perlu kendaraan, cukup berjalan kaki dari alun-alun.

Tahu Pojok Magelang, penjual kupat tahu magelang
Tahu Pojok Magelang

Sebenarnya banyak warung yang menjajakan kupat tahu di sepanjang Jl. Tentara Pelajar. Aku sih ikut yang ngajak aja, karena tidak tahu mana yang rasanya enak atau tidak.

Baca Juga  Mencicipi Mie Ramen di Yokina Ramen

Isi dari kupat tahu magelang selain ketupat dan tahu, ada sayur-sayuran seperti toge, kol, plus bakwan. Semuanya di siram saus kacang yang encer. Rasanya gurih dan manis. Walau aku sudah pesan pedas tanpa level, ternyata masih terasa kurang pedas untuk ukuran lidahku.

Dilihat sekilas mirip dengan tahu masak yang biasa aku nikmati ketika pulang ke kampung ibu dan bapak di daerah Tambak, Banyumas.

Kalau dari isinya, mirip-mirip dengan ketoprak, tahu tek Surabaya, atau tahu masak Banyumas, yang berbeda cuma bumbunya saja. Tapi semuanya lezat, bersyukurlah hidup di bumi Indonesia, banyak sekali jenis makanan.

Soal rasanya menurutku sedikit berbeda dengan kupat tahu Magelang yang ada di Jakarta. Atau hanya perasaanku saja yah? 🙂 Mungkin pedagang di Jakarta menyesuaikan diri dengan lidah pelanggannya yang ada di Jakarta.

Sebenarnya sih pengen nambah tapi apa daya, harus jaga kesehatan. Kalau mampir ke Magelang, jangan lupa coba kupat tahunya nih sobat.

Leave a Comment

Your email address will not be published.

You may also like