Sedapnya Kupat Tahu Magelang

kupat_tahu_magelang
Spread the love
2 menit untuk membaca

Akhirnya saya berkesempatan juga menginjakkan kaki di kota Magelang, walau hanya untuk numpang tidur dan makan.

Berwisata?

Saat ini sih belum sempat. Karena harus segera bersiap untuk ke kota berikutnya untuk instalasi people counter.

Sedapnya Kupat Tahu Magelang 1

Kota Magelang terletak di sebelah utara kota Jogjakarta, kurang lebih 43 kilometer dari kota Jogjakarta. Butuh waktu kurang lebih 1.5 jam untuk tiba di kota Magelang dari Malioboro, Jogjakarta.

Transportasi yang kami gunakan dari Malioboro menuju Magelang adalah taxi. Selain cepat, kami juga kurang paham jalan menuju kota Magelang.

Toh ditanggung oleh kantor. 😀

Kota Magelangnya sendiri terbilang sepi, atau hanya perasaanku saja yah. Toko sepatu yang kami pasang alat penghitung pengunjung pun tutup sekitar pukul 20.00.

Pemilik toko pun minta proses instalasinya dilanjutkan besok pagi. Padahal nanggung tinggal setting/pengaturan sensor/kamera penghitungnya saja.

Setelah urusan instalasi selesai, tiba waktunya pulang. Karena hari kepulangan adalah Jum’at, kami sholat Jum’at terlebih dahulu di Masjid Agung Kota Magelang.

Letak Masjid Agung Kota Magelang ada di sebelah barat alun-alun kota Magelang.

Kupat Tahu Magelang

Selesai shalat Jum’at kami pun diajak pemilik toko menuju warung Tahu Pojok Magelang untuk makan siang. Mencicipi salah satu makanan khas Magelang.

Kupat tahu.

Posisi Warung Tahu Pojok Magelang ini berada di Jl. Tentara Pelajar Nomor 14, tidak jauh dari alun-alun kota Magelang dan Masjid Agung. Kami pun cukup berjalan kaki dari Masji Agung Magelang.

Tahu Pojok Magelang, penjual kupat tahu magelang
Tahu Pojok Magelang

Sebenarnya banyak warung yang menjajakan kupat tahu di sepanjang Jl. Tentara Pelajar. Kami berdua sih ikut yang ngajak aja, karena tidak tahu mana yang rasanya enak atau tidak.

Warung yang satu ini cukup ramai dengan pengunjung ketika kami tiba. Walau belum terlalu antri. Sebagian dari jamaah masjid yang baru pulang shalat juga.

Isi dari kupat tahu magelang selain ketupat dan tahu putih, ada sayur-sayuran seperti toge, kol, plus bakwan. Semuanya lalu disiram dengan saus kacang hangat yang cair.

Rasanya?

Rasanya dominan manis dan ada gurih-gurihnya. 🙂

Walau saya sudah pesan pedas tanpa level kepedasan, ternyata masih terasa kurang pedas untuk ukuran lidahku.

Dilihat sekilas mirip dengan Tahu Masak. Makanan khas daerah Banyumas yang sering saya nikmati ketika pulang ke kampung ibu dan bapak di daerah Tambak, Banyumas.

Kalau dari isinya, mirip-mirip dengan ketoprak, tahu tek Surabaya, atau tahu masak Banyumas, yang berbeda cuma bumbunya saja. Tapi semuanya lezat, bersyukurlah hidup di bumi Indonesia, banyak sekali jenis makanan enak-enak. 😀

Soal rasa menurutku sedikit berbeda dengan kupat tahu Magelang yang pernah saya coba di Jakarta. Atau hanya perasaanku saja yah? 🙂

Mungkin pedagang di Jakarta menyesuaikan diri dengan lidah pelanggannya yang ada di Jakarta.

Sebenarnya sih pengen nambah tapi apa daya, harus jaga kesehatan. Kalau mampir ke Magelang, jangan lupa coba kupat tahunya nih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *