Touring Ke Pemandian Air Panas Cisolok, Sukabumi

Diposting pada
Spread the love

Cisolok? Ada apa yah di sana? Kali ini kami berkesempatan untuk jalan-jalan naik motor ke Cisolok, Sukabumi. Menjelang keberangkatan 3 dari 11 peserta yang sudah konfirm untuk ikut terpaksa mengundurkan diri. Dan ternyata 7 dari 8 peserta touring kali ini adalah mereka yang bekerja di lingkup IT, jadi tau kan yang diobrolin selama touring.

Touring Cisolok

 

Jalur yang kami pilih Jakarta – Depok – Bogor – Cipaku – Cikadang – Pelabuhan Ratu – Cisolok, dan pulang dengan jalur yang sama pula, alhamdulillah cuaca cerah mengiringi sepanjang perjalanan berangkat dan pulangnya.

Keberangkatan

D-day, T-time. Baru Pak Nurul dan aku yang tiba di titik awal keberangkatan, SPBU dekat Cilandak Commercial Estate. Baru pada pukul 8.30 smuanya baru lengkap, 4 orang dari eks karyawan Avon Indonesia (Aku, Nurul, Komarudin dan Hendri) dan 3 orang rekannya Pak Nurul (Dody (Chi Indonesia), Khamam & Sudarmono (Ristra Indolab)).

Konvoi dari Jakarta ke Bogor untuk bertemu dengan Yadi dipimpin oleh Hendri dan aku lebih memilih posisi belakang untuk mengawal agar tidak ada yang tertinggal jauh dari rombongan. Tidak ada aral berarti yang ditemui di jalan. Di Warung Jambu dua, bro Yadi bergabung bersama istrinya, yang karena satu dan lain hal bro Yadi tidak akan ikut menginap dengan team lainnya.

Perjalanan berlanjut dipimpin oleh bro Yadi, rute yang di ambil melewati rute alternatif Cipaku. Jalur alternatif yang relatif kosong dan lancar yang membuat konvoi tetap terjaga rapi dalam satu barisan. Tepat pukul 11.30 kami berhenti di Masjid An-Nawawi di Jalan Sukabumi Raya untuk melaksanakan sholat Jum’at. Dan kami mendapat kejutan.

Entah sudah kebiasaan atau terkait tahun baru Hijriyah. Selesai sholat Jum’at ada sedikit jamuan dari pengurus Masjid. 😀 lumayan untuk mengganjal perut sebelum makan siang.

Cikidang – Pelabuhan Ratu

Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan melalui jalur alternative Cikidang – Pelabuhan Ratu. Jalur yang berliku dan asyik untuk dilalui. Melewati perkebunan kelapa sawit dan tempat wisata arus liar Citarik, hawa yang sejuk dan lengangnya jalan membuat perjalanan terasa nyaman.

Sepuluh kilometer menjelang kota Pelabuhan Ratu, jalur yang dilewati menuntut kewaspadaan tinggi. Tanjakan dan turunan yang cukup terjal menguji kemampuan pengemudi dan motor yang dikendarai. Sempat terjadi beberapa insiden kecil, yang alhamdulillah tidak menyebabkan rombongan mengalami kecelakaan fatal.

Hotel di Pelabuhan Ratu

Pulang Touring

Pemandian Air Panas Cisolok, Sukabumi

Lokasi pemandian terletak sekitar 14 km dari kota Pelabuhan Ratu, menempuh perjalanan kira-kira 30 menit untuk sampai ke lokasi pemandian. Masuk ke lokasi pemandian kami dikenai biaya restribusi daerah Rp. 2000/orang.

Untuk masuk ke kolam pemandian kami dikenai biaya lagi Rp. 2000/orang. Ternyata lokasi pemandian ini sangat diminati orang Korea. Ketika kami tiba di lokasi, rombongan turis (+/- 40 orang) dari Korea baru selesai mandi. Ada 2 kolam berendam di lokasi, ketika kami tiba hanya satu yang bisa digunakan, karena kolam yang satu baru saja di isi dari sumber air panasnya.

Sayangnya, sama seperti tempat wisata lain di Indonesia, lokasi terlihat kotor oleh sampah dan kurang terawat. Dan Bro Yadi berpisah dengan kami di sini. Beliau dan istri harus pulang malam itu juga. Thanks bro atas jasa antarnya dari Bogor ke Pelabuhan Ratu.

Pemandian Air Panas Cisolok

Semalam di Pelabuhan Ratu

Berbeda ketika touring ke Cipanas, touring kali ini kami tidak merencanakan akan menginap di mana. Untuk menginap di Inna Samudra Beach, jelas saja keuangan yang dikumpulkan tidak akan mencukupi :D, akhirnya di pilih penginapan untuk para back packer.

Per kamar cukup membayar 50 ribu, lengkap dengan kamar mandi di dalam kami menyewa 3 kamar untuk 7 orang rombongan. Selesai beristirahat sejenak, mandi dan berganti pakaian. Kami pun mencari makan malam di kota Pelabuhan Ratu. Tujuannya adalah Pelelangan Ikan.

Sayangnya ketika kami tiba di sana, suasana sudah cukup sepi, penjual ikan pun hanya tinggal sedikit, pilihan ikan pun sangat terbatas. Rupanya kami terlalu malam datang, walau saat itu baru pukul 21.00 WIB. Entah karena memang sudah kelaparan, atau kaminya yang tidak bisa menghitung kebutuhan makan malam kami bertujuh, jadilah kami membeli 1 kg ikan tongkol, 1 kg ikan kakap, 2 kg ikan marlin dan ½ kg cumi. Yang ternyata…. tidak bisa kami habiskan semuanya. 😀 akhirnya setengahnya dibungkus untuk sarapan pagi.

Makan Malam di Pelabuhan Ratu

Perjalanan Pulang

Pagi menjelang, kami sudah terbangun pukul 4.15 dibangunkan suara adzan dari mushola dekat penginapan. Setelah menyempatkan diri ke pantai sejenak, dan sarapan dengan ikan bakar yang dihangatkan, perjalanan pulang dimulai dengan menyempatkan diri mampir kembali ke pelelangan ikan untuk sedikit membeli oleh-oleh.

Perjalanan pulang kami lalui dengan sedikit lebih santai, karena masih lelah setelah mengemudi hari sebelumnya. Tidak ada aral melintang, kecuali pecahnya kotak pembungkus ikannya Pak Nurul di tengah jalan, yang untungnya ikannya tidak sempat lompat keluar.

Masuk kembali ke Jalan Sukabumi Raya, lalu lintas sudah padat. Dan yang dikhawatirkan terjadi, rombongan kembali tercerai berai oleh kemacetan. Aku yang ada di belakang sempat kehilangan Pak Nurul, tapi akhirnya bisa bertemu kembali di pertigaan Caringin. Sayangnya anggota rombongan lainnya yang menghilang Pak Komar. Sempat dikejar sampai Ciherang, tetapi tidak diketemukan.

Berlanjut dengan sisa 6 motor, rombongan melanjutkan perjalanan untuk menikmati duren dan makan siang di Warso Farm (ketika keberangkatan, direncanakan untuk mampir ke Warso Farm, tetapi ternyata Warso Farm tutup setiap hari Jum’at), tanpa kehadiran Pak Komar yang kepingin banget makan duren. Setelah makan siang, 3 durian habis di sikat oleh 5 orang. 5? Iya, aku tidak terlalu suka dengan buah yang satu ini.

Makan Durian di Warso Farm

Puas menikmati durian, rombongan kembali berkonvoi sampai Jl. Batutulis Bogor, sebelum akhirnya tercerai berai kembali. Yang tersisa bersama tinggal 3 motor, aku, Pak Nurul dan Khamam. Kami pun melanjutkan konvoi sampai perempatan Juanda Depok, dan berpisah untuk melanjutkan perjalanan pulang ke rumah masing – masing.

Warso Farm

Alhamdulillah kami semua selamat sampai rumah masing – masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.