Pernah nggak sih, kamu lagi makan siang di warung pecak atau rumah makan Betawi, lalu menatap potongan ikan gabus di piringmu dan berpikir: “Ikan ini kalau ditaruh di akuarium bagus nggak ya?”
Mungkin terdengar konyol beberapa tahun lalu. Tapi sekarang, dunia hobi ikan hias sedang mengalami fenomena unik. Ikan yang dulu citranya cuma sebagai lauk pauk, “preman” rawa, atau penyembuh luka pasca-operasi, kini bertransformasi menjadi primadona mewah. Namanya kini mentereng: Ikan Channa.
Popularitasnya meroket tajam, menggeser dominasi Arwana atau Louhan di ruang tamu rumah-rumah mewah. Warna-warninya memukau, mentalnya berani, dan coraknya eksotis banget. Tapi, apa sih yang sebenarnya bikin ikan ini begitu spesial sampai harganya ada yang setara satu unit mobil baru?
- Drama Hobi Si Kecil: Dari Bosan Jadi Kolektor
- 1. Ternyata, "Channa" dan "Gabus" Itu Kakak-Adik!
- 2. Si "Survivor" Tangguh yang Bisa Merayap di Darat
- 3. Ayah Idaman: Sang Jantan yang "Mengandung" di Mulut
- 4. Rentang Ukuran yang Ekstrem: Dari Meja Kerja hingga Kolam Monster
- 5. Harganya Bikin Dompet "Sport Jantung"
- 6. Predator Ganas yang Ternyata Bisa "Jinak"
- Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Ikan, Ini Tentang Seni dan Ketangguhan
Drama Hobi Si Kecil: Dari Bosan Jadi Kolektor
Bagi saya, perkenalan dengan Channa ini bukan karena keinginan sendiri, melainkan karena “ulah” anak saya. Sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, ia sempat memelihara beberapa ekor Channa yang entah apa jenisnya. Namun, namanya juga anak kecil, semangatnya hanya hangat-hangat kuku. Ikan-ikan itu sempat ditinggalkan begitu saja tanpa perawatan yang layak. Hadeeeh… khas anak-anak, ya?
Namun, entah karena algoritma media sosial atau pengaruh teman sekolahnya, beberapa bulan terakhir ini hobi itu muncul kembali dengan kekuatan penuh. Saat ini, dia sudah mengoleksi dua jenis ikan Channa yang cukup punya nama di kalangan penghobi: Blue Pulchra dan Auranti.
Mau nggak mau, sebagai ayah, saya harus menambah literasi mengenai jenis ikan ini. Apalagi si kecil sekarang hobi banget mengajak saya berdiskusi atau sekadar ngobrol santai tentang peliharaannya ini sebelum tidur. Yang tadinya saya sama sekali buta tentang dunia “perchanaan”, sekarang saya mulai paham kalau ikan ini memang punya daya tarik magis.
Yuk, kita bedah bareng-bareng enam fakta paling mengejutkan tentang keluarga Channa. Percayalah, setelah baca ini, pandanganmu terhadap ikan gabus nggak akan pernah sama lagi!
Baca Juga : Meminang Auranti Pertama
Yuk, kita bedah bareng-bareng enam fakta paling mengejutkan tentang keluarga Channa. Percayalah, setelah baca ini, pandanganmu terhadap ikan gabus nggak akan pernah sama lagi!

1. Ternyata, “Channa” dan “Gabus” Itu Kakak-Adik!
Banyak orang yang baru terjun ke hobi ikan hias sering bertanya, “Bedanya Channa sama Gabus apa sih?” Jawabannya simpel: Sama saja!
Dalam dunia ilmiah, “Channa” adalah nama genus untuk semua jenis ikan snakehead (kepala ular). Di Indonesia, kita punya Channa striata, itulah ikan gabus yang biasa kita temui di pasar atau diolah jadi sayur gabus pucung.
Bedanya, di kalangan penghobi, istilah “Channa” lebih merujuk pada varietas hias yang punya warna cantik dan mental “petarung” yang menarik untuk diajak interaksi. Jadi, secara teknis, gabus di piringmu itu adalah Channa, tapi Channa hias yang ada di akuarium sultan itu belum tentu jenis gabus yang biasa kamu makan. Ini adalah contoh unik di mana satu keluarga ikan bisa menduduki kasta pasar tradisional sekaligus kasta galeri seni premium.
2. Si “Survivor” Tangguh yang Bisa Merayap di Darat
Ini fakta yang paling bikin saya merinding sekaligus kagum. Ikan Channa bukan ikan biasa yang bakal lemas begitu keluar dari air. Mereka punya organ pernapasan tambahan di atas insangnya, semacam rongga dengan jaringan khusus yang bikin mereka bisa menghirup oksigen langsung dari udara.
Kemampuan ini membuat mereka bisa bertahan hidup di perairan yang minim oksigen, seperti rawa keruh atau parit sempit yang kering. Bahkan, kalau tempat tinggal mereka mulai mengering, Channa nggak pasrah begitu saja.
Mereka bisa “berjalan” alias merayap di atas tanah menggunakan tubuhnya yang lentur untuk mencari sumber air baru. Nggak heran kalau ikan ini dikenal sebagai salah satu survivor paling tangguh di alam liar!
Kejadian ini benar-benar terjadi pada Blue Pulchra milik anak saya. Entah bagaimana ceritanya, ia berhasil melompat dan melewati celah tutup akuarium yang terbuat dari kawat. Percaya atau tidak, saya menemukannya sudah merayap dari kamar anak di belakang rumah sampai ke ruang tamu!
Jaraknya kurang lebih 5 meter. Untuk ikan seukuran 10 cm, itu pasti perjalanan yang sangat jauh dan melelahkan. Luar biasa! Hebatnya lagi, setelah dimasukkan kembali ke air, ikan itu tetap sehat dan bertahan hidup sampai detik ini. Benar-benar survivor sejati!
3. Ayah Idaman: Sang Jantan yang “Mengandung” di Mulut
Kalau di dunia manusia kita sering dengar kasih ibu sepanjang masa, di dunia Channa, kasih ayah adalah segalanya.
Setelah proses pembuahan, Channa jantan mengambil tanggung jawab penuh untuk menjaga calon anak-anaknya. Proses ini disebut mouthbrooding. Si ayah akan mengumpulkan telur-telur tersebut dan menyimpannya di dalam mulutnya sendiri.
Selama masa “mengandung” di mulut ini, sang jantan nggak makan sama sekali! Dia akan berpuasa demi melindungi telur-telur dari predator. Dia juga akan sesekali menggerakkan mulutnya untuk memberikan sirkulasi oksigen yang cukup bagi telur di dalamnya. Begitu menetas, barulah anak-anak ikan mungil itu dilepaskan. Benar-benar definisi bapak rumah tangga yang sangat berdedikasi, ya?
4. Rentang Ukuran yang Ekstrem: Dari Meja Kerja hingga Kolam Monster
Salah satu alasan kenapa Channa begitu dicintai adalah karena pilihannya sangat beragam. Kamu punya meja kerja yang sempit? Ada jenis dwarf (kerdil) seperti Channa andrao yang imut dan panjangnya cuma 11-12 cm saja.
Chana jenis ini walau kecil, harganya selangit. Kecil-kecil cabe rawit.
Tapi kalau kamu punya kolam luas dan ingin peliharaan yang terlihat garang, ada Channa micropeltes atau yang kita kenal sebagai Ikan Toman. Ikan ini adalah monster air tawar yang bisa tumbuh sampai 1,5 meter! Bayangkan, dari ikan seukuran telapak tangan sampai ikan raksasa yang bisa menarik pancingan dengan sangat kuat, semuanya ada dalam satu keluarga Channa.
5. Harganya Bikin Dompet “Sport Jantung”
Ini bagian yang paling sering jadi bahan obrolan. Harga Channa itu benar-benar dramatis. Di satu sisi, kamu bisa beli anakan Channa limbata di pinggir jalan seharga Rp15.000-an saja. Tapi di sisi lain, ada jenis Channa Barca.
Channa barca adalah “raja” di dunia Channa. Karena kelangkaannya di alam (daerah Assam, India) dan keindahan warnanya yang tiada tara, harga satu ekornya bisa menyentuh angka puluhan hingga ratusan juta rupiah! Faktor kesulitan budidaya dan statusnya yang prestisius membuat ikan ini jadi simbol kemewahan. Jadi, jangan kaget kalau ada orang yang lebih sayang sama ikannya daripada motornya sendiri.
6. Predator Ganas yang Ternyata Bisa “Jinak”
Secara alamiah, Channa adalah predator puncak. Mereka agresif, teritorial, dan nggak segan-segan menyerang apa pun yang masuk ke wilayahnya. Itulah kenapa muncul aturan emas: “Satu akuarium, satu ikan.” Namun, bukan berarti semua Channa itu menyeramkan. Bagi pemula yang baru ingin memulai, ada beberapa spesies yang karakternya lebih “kalem” dan perawatannya nggak seribet jenis premium. Jenis seperti Channa pulchra atau Channa asiatica sering jadi rekomendasi karena warnanya bagus dan mentalnya mudah dilatih untuk berinteraksi dengan pemiliknya.
Melihat Channa mengikuti gerakan tangan kita di balik kaca akuarium memberikan kepuasan tersendiri yang nggak bisa didapatkan dari ikan hias jenis lain.
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Ikan, Ini Tentang Seni dan Ketangguhan
Ikan Channa adalah bukti nyata betapa kayanya alam kita. Dia bisa jadi lauk pauk yang mengenyangkan, tapi bisa juga jadi karya seni hidup yang menenangkan pikiran. Dari kemampuannya bertahan hidup di kondisi ekstrem hingga dedikasi sang ayah menjaga telurnya, Channa mengajarkan kita tentang ketangguhan.
Apapun pilihannya, yang jelas Channa telah membuktikan bahwa keindahan bisa datang dari mana saja, bahkan dari balik lumpur rawa sekalipun. Hobi ini bukan cuma soal pamer ikan mahal, tapi soal menghargai proses interaksi dengan makhluk hidup yang luar biasa ini.
Apapun pilihannya, yang jelas Channa telah membuktikan bahwa keindahan bisa datang dari mana saja, bahkan dari balik lumpur rawa sekalipun.