Pernahkah kamu membayangkan sebuah perjalanan yang tak hanya mengantar dari satu titik ke titik lain, melainkan merajut kisah, menghubungkan hati, dan melintasi sejarah? Itulah yang selalu kurasakan setiap kali nama Kereta Api Bengawan disebut.
Ia bukan sekadar deretan gerbong besi di atas rel; ia adalah sebuah denyut nadi yang melintasi jantung Pulau Jawa, mengalirkan kehidupan dari hiruk-pikuk Pasar Senen di Jakarta hingga Purwosari di Solo..
Kami baru-baru ini berkesempatan menjajal Kereta Api Bengawan dengan rute Pasar Senen – Purwosari, Solo. Destinasi kami adalah Jogjakarta, dan kami berencana turun di Stasiun Lempuyangan.
Sebagai kereta api kelas ekonomi, KA Bengawan memiliki formasi tempat duduk 3-2 dengan kursi yang tegak dan tidak dapat diubah posisinya. Meskipun demikian, dengan harga tiket mulai dari Rp74.000, kereta ini merupakan pilihan transportasi yang sangat terjangkau bagi para backpacker yang ingin menuju Jogjakarta atau Solo.
Dari Jakarta ke Solo: Sang Penjelajah Lintas Selatan
Mentari belum juga menampakkan sianrnya ketika kami sudah berada di Stasiun Pasar Senen, Jakarta. Suara klakson kereta perlahan memecah kesunyian. Di sanalah petualangan kami ke Jogja dengan KA Bengawan dimulai.
Loh kok pagi banget?
Jadwal keberangkatan KA Bengawan dari Pasar Senen adalah pukul 06.00 dan akan tiba di Lempuyangan pada pukul 14.25 WIB, atau butuh waktu sekitar 8 jam 25 menit untuk menempuh perjalanan sejauh 560 km. Kereta kelas ekonomi ini, yang setia menemani perjalanan ribuan orang setiap harinya, bukan tanpa alasan menyandang nama “Bengawan”.
Nama itu diambil dari Bengawan Solo, sungai terpanjang di Jawa yang mengalir gagah melewati Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Sama seperti sungai itu yang menjadi saksi bisu peradaban, Kereta Api Bengawan juga menjadi saksi bisu jutaan cerita perjalanan.
Melintasi jalur selatan Jawa, ia membelah pagi dengan aroma sawah yang baru disiram embun, menembus terowongan gelap yang menyimpan misteri, dan menyusuri kota-kota kecil yang menyimpan sejuta pesona. Dari Cirebon Prujakan yang penuh aroma kuliner khas, hingga Purwokerto dengan udaranya yang sejuk, setiap stasiun adalah babak baru dalam kisahnya.
Evolusi Sang Pengelana: Perubahan Rute dan Persinggahan Baru
Bengawan, layaknya sebuah sungai yang terus mencari jalurnya, juga punya sejarah panjang dalam perjalanannya. Dulu, ia memulai petualangannya dari Pasar Senen, Jakarta dan berakhir di Purwosari, Solo. bahkan sempat menjamah Tanjung Priok di Jakarta.
Namun, seperti takdir yang selalu bergerak, rutenya disesuaikan. Sejak 1 Februari 2014, ia resmi memulai perjalanan dari Purwosari, Solo, dan berakhir di Pasar Senen, Jakarta. Perubahan ini bukan berarti ia kehilangan pesonanya, justru semakin menegaskan perannya sebagai penghubung utama antara Solo dan Jakarta melalui jalur selatan.
Seiring berjalannya waktu, Bengawan terus beradaptasi. Sejak 1 Desember 2019, ia bahkan berbagi rangkaian dengan Kereta Api Matarmaja, sebuah efisiensi yang menunjukkan bagaimana KAI terus berinovasi untuk melayani penumpangnya. Dan tak hanya itu, untuk semakin memudahkan aksesibilitas, Bengawan juga terus menambah persinggahan baru.
Sejak 1 Maret 2022, ia berhenti di Stasiun Cikarang, lalu disusul Stasiun Pegaden Baru mulai 1 Juni 2023, dan yang terbaru, Stasiun Kebasen mulai 18 Desember 2024. Setiap persinggahan baru ini adalah jembatan baru bagi lebih banyak orang untuk merasakan pengalaman perjalanan bersama Bengawan.
Rute KA Bengawan (Pasar Senen – Purwosari):
- Stasiun Pasar Senen: (Jakarta)
- Stasiun Jatinegara
- Stasiun Bekasi
- Stasiun Cirebon Prujakan
- Stasiun Purwokerto
- Stasiun Kroya
- Stasiun Kutoarjo
- Stasiun Wates
- Stasiun Lempuyangan
- Stasiun Klaten
- Stasiun Purwosari: (Solo)
Rangkaian KA Bengawan


Rangkaian KA Bengawan saat ini menggunakan rangkaian ekonomi dengan konfigurasi tempat duduk 3-2 (ABC-DE) saling berhadapan. Nomor kursi yang berhadapan adalah ganjil-genap, misalnya 11ABC dengan 12ABC atau 13DE dengan 14DE.
Kursinya berdiri tegak dan antar penumpang yang berhadapan dapat adu dengkul. Hehehehe.
Rasanya? Agak pegal juga kalau 8 jam duduk tegak terus.
KA Bengawan membawa 11 hingga 12 gerbong ekonomi dan 1 kereta makan pembangkit kelas ekonomi (KMP3). Dalam satu gerbongnya dapat memabawa penumpang sebanyak 106 penumpang. Banyak yah?
Setiap gerbongnya sudah dilengkapi dengan AC, jadi tidak gerah seperti kereta ekonomi jaman dulu. Dan tentu saja ada toiletnya. Jangan takut kehabisan baterai, ada colokan listrik untuk mengisi daya handphone kamu kok. Terdapat juga meja kecil di dekat jendela.
Jangan serakah yah dengan menguasai mejanya seorang diri. Mejanya buat penumpang lain yang duduk berhadap-hadapan dengan kamu juga.
Harga Tiket KA Bengawan
Harga tiket Kereta Api Bengawan sangat terjangkau, hanya Rp74.000. Ini berkat subsidi pemerintah, yang membuat harganya lebih murah dibandingkan kereta api jarak jauh lainnya. Kamu bisa membeli tiket dengan mudah melalui aplikasi KAI Access, marketplace tiket online, atau langsung di stasiun.

Jadwal Keberangkatan KA Bengawan
Ketika kami melakukan perjalanan, KA Bengawan berangkat setiap hari dari Stasiun Pasar Senen pada pukul 06.00 WIB. Berdasarkan Gapeka (Grafik Perjalan Kereta) terbaru tanggal 1 Februari 2025, jadwal keberangkatan KA Bengawan adalah :
| Relasi | Jam Keberangkatan | Jam Kedatangan |
| Purwosari – Pasar Senen | 22.45 | 07.34 |
| Pasar Senen – Purwosari | 08.55 | 18.05 |
Lebih dari Sekadar Transportasi
Jadi, lain kali kamu merencanakan perjalanan dari Jakarta ke Solo atau sebaliknya, ingatlah kisah Kereta Api Bengawan. Ia bukan hanya alat transportasi; ia adalah bagian dari denyut nadi Jawa, sebuah jembatan yang menghubungkan mimpi, pertemuan, dan kenangan. Di setiap desingan roda dan hembusan angin yang masuk dari jendela, ada cerita yang menanti untuk kamu tulis.
Meskipun harus sedikit pegal karena posisi duduk tegak sepanjang perjalanan, harga tiketnya yang sangat terjangkau menjadikan Kereta Api Bengawan pilihan ideal. Terutama bagi para backpacker yang suka menjelajahi keindahan Indonesia dengan anggaran terbatas. Pengalaman autentik ini, berpadu dengan efisiensi biaya, menjadikan Kereta Api Bengawan pilihan cerdas untuk petualangan kamu berikutnya.
Tertarik untuk merasakan langsung petualangan bersama KA Bengawan? Bagikan pengalaman kamu di kolom komentar!
