Mencoba Dimsum di Wing Lok DimSum Cilandak

Bakpau Telor Asin
Satu Porsi Bakpao Telur Asin Isi 3.

Matahari Cilandak sedang terik-teriknya siang itu, Panasnya terasa menyengat hingga ke aspal saat kami memarkirkan kendaraan di Jl. Raya KKO No. 111. Di seberang Masjid Jami Jannatin, sebuah bangunan dengan arsitektur khas berdiri menanti.

Itulah Winglok Hongkong Dimsum, tempat yang sudah lama bertahta di daftar “wajib coba” kami, namun baru kali ini semesta mengizinkan kami mampir.

Perjalanan kali ini bukan sekadar makan siang biasa. Kami sedang menjalankan sebuah misi ambisius: mengenalkan petualangan rasa kuliner autentik Tiongkok kepada jagoan kecil kami, untuk pertama kalinya.

Mencoba Dimsum di Wing Lok DimSum Cilandak 1

Lucunya, si kecil ini adalah penggemar fanatik siomay abang-abang gerobakan. Namun, entah mengapa, setiap kali mendengar kata “Dimsum”, ia selalu memasang wajah skeptis—seolah “Dimsum” adalah kosa kata asing yang patut dicurigai.

Ada rasa deg-degan di hati saya: Apakah lidah kecilnya akan jatuh cinta, atau justru aksi tutup mulut yang akan kami dapatkan?

Kali ini kami tidak bertiga, kami juga mengajak eyangnya si kecil untuk ikut petualangan rasa dan meramaikan meja Biasanya, restoran sepopuler ini akan penuh sesak hingga antrean mengular ke luar, apalagi ini tepat di jam makan siang. Namun hari itu, suasana terasa lebih bersahabat dan tenang

Dan Ayahnya si kecil yang sudah sampai lebih dulu, dengan sigap, ia telah mengamankan meja untuk kami berempat. Dan memesan beberapa menu pembuka agar kami tak perlu menunggu dengan perut keroncongan.

Winglok Hongkong Dimsum

Winglok dimsum bukan sekadar tempat makan. Begitu melewati pintu masuk, aroma khas kukusan dimsum langsung menyapa. Restoran ini memang dikenal sebagai “penjaga rasa” untuk dimsum halal otentik yang terinspirasi dari resep turun-temurun.

Konon, nuansanya sengaja dibuat mirip kedai-kedai di Hong Kong, membawa hidangan Tionghoa klasik seperti bakpao yang lembut, mie yang kenyal, dan aneka dimsum ke meja-meja di Jakarta tanpa rasa ragu bagi penikmat makanan halal.

Mencari Kesejukan

Saat mengeksplorasi area depan, kami melewati ruangan makan terbuka tanpa AC. Area ini tampak disiapkan bagi pelanggan yang ingin menikmati hidangan sambil merokok. Namun, karena matahari sedang semangat-semangatnya bersinar di luar, kami pun memutuskan untuk terus berjalan ke arah belakang.

Kami akhirnya “berlabuh” di ruangan ber-AC. Begitu pintu geser tebuka, hawa sejuk langsung menyergap, kontras dengan panas di luar tadi. Di sini, suasana terasa lebih privat dan nyaman—tempat yang sempurna untuk menikmati kepulan uap dari keranjang dimsum yang sebentar lagi akan mendarat di meja kami.

Digitalisasi Rasa: Sekali Scan, Semua Datang

Kami melangkah menghampiri Ayah yang sudah duduk menunggu. Winglok sepertinya sangat mengerti efisiensi modern. Tak ada lagi buku menu fisik yang lusuh berpindah tangan. Di sudut meja, sebuah QR Code menanti untuk dipindai. Cukup sekali scan, deretan menu menggoda langsung menari-nari di layar ponsel.

Tanpa ragu, kami memesan deretan “pasukan” dimsum: Ceker Ayam yang legendaris, Bakpao Telur Asin yang menjadi best seller, Lumpia Ayam, Siomay, Hakau Udang, hingga Wonton yang ukurannya mengejutkan—benar-benar besar!

Untuk menu utama, pilihan jatuh pada Kuah Mie Lebar: versi udang untuk Ayah, versi polos untuk si kecil, serta Kuah Mie Wonton Ayam untuk Ibu dan Eyang.

Porsi Kuah Mienya lumayan besar. Tapi jagoan kecil kami berhasil menghabiskannya. Sedangkan saya berbagi dengan eyangnya si kecil.

Harga dim sum di restauran ini masih terjangkau dan tidak bikin kantong bocor. Haranya muladi dari 20 ribu untuk satu porsi dim sum.

Simfoni Bawang Putih dan Shoyu

Ada saat-saat di mana kita tidak hanya mencari makanan yang mengenyangkan, tapi juga makanan yang mampu “memeluk” lidah dengan kehangatan. Itulah yang saya rasakan saat berkunjung ke restoran ini.

Tak butuh waktu lama hingga kepulan uap panas mendarat di meja kami. Aroma bawang putih yang kuat berpadu dengan gurihnya shoyu langsung memenuhi indra penciuman. Di Winglok, kedua bahan ini bukan sekadar bumbu, melainkan karakter utama yang memberikan dimensi rasa yang mendalam.

Di sini, bawang putih dan shoyu tidak hanya menjadi bumbu pelengkap, tapi karakter utama yang memberikan dimensi rasa yang mendalam. Setiap gigitan lumpianya terasa garing di luar, namun juicy dan aromatik di dalam.

Bintang utamanya? Tentu saja Bakmi Lebarnya. Tekstur mienya juara—lembut, namun tetap memiliki elastisitas yang pas tanpa kesan kematangan (overcooked). Saat diseruput bersama kuahnya yang kaya rasa, ada sensasi kenyamanan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

Meski porsinya lumayan besar, jagoan kecil kami ternyata sangat menikmatinya. Ia asyik menyeruput kuah kaldunya hingga tandas, walau lucunya, ia tetap teguh pada pendiriannya untuk tidak menyentuh satu pun dimsum yang kami pesan.

Padahal, Bakpao Telur Asinnya adalah juara sejati. Begitu dibelah, isiannya yang lumer memberikan sensasi manis-gurih yang meledak di mulut. Lumpianya pun tak kalah memikat—garing di luar, namun tetap juicy dan aromatik di dalam.

“Makan bukan sekadar soal rasa, tapi tentang bagaimana aroma dan tekstur bercerita di dalam mulut.”

Bagi saya, sebuah restoran bakmi belum lengkap tanpa pendamping yang sepadan. Dan bagi para pecinta dimsum, tempat ini adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan. Rasanya otentik, padat, dan diproses dengan penuh ketelitian.

Catatan Akhir Perjalanan Rasa

Makan di Winglok bukan sekadar urusan mengenyangkan perut, tapi tentang bagaimana aroma dan tekstur bercerita di dalam mulut. Bagi kami, ini adalah destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan para pemuja dimsum. Harganya pun sangat bersahabat, mulai dari Rp20 ribuan per porsi, sehingga tidak akan membuat kantong “bocor” .

Meski misi mengenalkan dimsum ke si kecil belum sepenuhnya berhasil (ia masih setia dengan mie polosnya!), setidaknya kami pulang dengan perut kenyang dan hati yang senang.

Bagi kamu yang mencari rasa autentik, padat, dan diproses dengan penuh ketelitian, Winglok Cilandak adalah jawabannya. Sampai jumpa di petualangan rasa berikutnya!

Alamat :
Jl. Raya Cilandak KKO No.111, RT.6/RW.8, Ragunan, Ps. Minggu,
Jakarta Selatan 12550

Restauran ini buka 24 jam loh, jadi kalau kelaparan tengah malam bisa juga datang ke sini untuk cari cemilan. 😀

Tinggalkan Balasan

*