Setelah menutup sesi makan malam yang luar biasa dengan hidangan seafood segar di pinggir Pantai Jimbaran, rombongan kami dari Cerindo Group pun bersiap menuju perhentian selanjutnya. Jam sudah menunjukkan angka yang cukup larut, dan tubuh ini rasanya sudah menuntut haknya untuk segera rebahan.
Tujuan kami malam itu adalah Favehotel Kuta Kartika Plaza, rumah sementara kami selama mengeksplorasi Pulau Dewata.
Meskipun kami tiba saat waktu Bali sudah mendekati tengah malam, senyum ramah staf hotel bintang tiga ini menyambut kami dengan hangat. Bahkan, kami masih disuguhi welcome drink yang segar—sebuah sentuhan kecil yang sangat berarti bagi para musafir yang kelelahan.
Baca juga: Menginap di apartemen Marbella, Anyer
Lokasi yang “Juara” untuk Si Tukang Jalan
Kalau kamu tipe pelancong yang malas naik taksi ke mana-mana, lokasi Favehotel di Jalan Kartika Plaza ini adalah mimpi jadi nyata. Hotel ini berada tepat di jantung Kuta. Mau belanja? Ada Discovery Shopping Mall dan Lippo Mall Kuta di dekat sini. Mau seru-seruan main air? Waterbom Bali hanya selemparan batu.
Nah, ini tips rahasia buat kamu yang mau ke Pantai Kuta tanpa ribet: kita tinggal berjalan kaki santai masuk ke Discovery Shopping Mall, jalan lurus terus menembus gedung, dan keluar dari pintu belakang mall.
Voila! Kamu langsung disambut oleh hamparan pasir Pantai Kuta yang legendaris itu. Sayangnya, meski hotel ini punya rooftop yang oke banget buat melihat sunset, selama dua malam kami di sini, langit Bali lebih sering malu-malu di balik awan mendung dan rintik hujan.

Intip Kamar Superior: Simpel dan Fungsional
Favehotel Kuta Kartika Plaza ini sebenarnya cukup minimalis. Mereka hanya menyediakan satu tipe kamar, yaitu Superior Room. Tapi jangan khawatir, kamu masih bisa memilih antara single bed atau double bed sesuai kebutuhan.
Kamar yang saya tempati berukuran sekitar 21 meter persegi. Tidak terlalu luas, tapi cukup untuk ruang gerak dua orang dewasa. Jendelanya menghadap ke hotel tetangga, Sun Island Hotel & Spa. Meskipun pemandangannya “tembok ketemu tembok”, setidaknya ada cahaya alami yang masuk.
Fasilitasnya cukup standar untuk hotel bintang tiga:
- Amenities: Kopi, teh, gula, creamer, serta alat pemanas air (karena nggak mungkin kan kita seduh kopi pakai air dingin?).
- Entertainment: Televisi besar dengan saluran satelit yang menempel manis di dinding.
- Koneksi: Wi-Fi gratis yang kecepatannya lumayan stabil. Sangat membantu saya untuk tetap memantau kerjaan secara online di tengah liburan (ya ampun, libur kok masih kerja saja, ya? Haha!).
Catatan Kecil untuk Kamar Mandi
Kamar mandinya menggunakan konsep shower tanpa bathtub. Yang sedikit merepotkan adalah tidak adanya pembatas (seperti kaca atau tirai) antara area mandi dan toilet. Alhasil, setiap kali selesai mandi, lantai area toilet jadi ikut becek.
Sebuah tips dari saya: taruhlah handuk kaki tepat di depan pintu agar airnya tidak meleber ke area kamar yang berkarpet/berlantai kayu.

Saat Kondisi Fisik “Ngedrop” di Tengah Liburan
Hari kedua seharusnya menjadi puncak keseruan. Rencananya, rombongan akan menuju sawah terasering Tegalalang di Ubud yang hijau royo-royo, lalu lanjut ke Tanah Lot untuk melihat pura di tengah laut. Namun, rencana tinggal rencana.
Pagi itu, kondisi fisik saya tiba-tiba ngedrop. Saya merasa lemas, gemetar, dan keringat dingin—gejala yang sangat akrab bagi saya sebagai Diabetes Warrior yang terkadang mengalami Hipoglikemia.
Info Edukatif: Hipoglikemia adalah kondisi di mana kadar gula darah turun di bawah batas normal. Gejalanya bisa berupa pusing, penglihatan kabur, hingga jantung berdebar cepat.
Saya tidak ingin mengambil risiko merepotkan teman-teman serombongan jika saya sampai tumbang di Ubud. Akhirnya, saya memutuskan untuk “me-time” seharian di hotel. Sedih rasanya harus melewatkan pemandangan indah Tegalalang, padahal saya sudah membayangkan bakal dapat banyak footage bagus untuk vlog dan koleksi foto.
Tapi, kesehatan adalah prioritas. Seharian itu, TV-lah yang akhirnya “menonton” saya tertidur pulas demi memulihkan energi.

Drama AC yang Kurang Dingin
Ada satu hal yang cukup mengganggu selama masa pemulihan saya di kamar: AC yang kurang dingin. Meski suhu sudah saya setel di angka 18 derajat Celcius, hawa kamar tetap terasa hangat cenderung panas. Hanya anginnya saja yang terasa berhembus.
Saya sempat komplain ke bagian front desk dan mereka merespons dengan cepat mengirimkan teknisi. Sayangnya, perbaikan tersebut tidak memberikan perubahan signifikan. Untungnya, cuaca Bali yang sedang sering hujan cukup membantu menurunkan suhu udara, jadi saya masih bisa tidur meskipun tidak sedingin yang diharapkan.
Selain itu, masalah kartu kunci kamar yang hanya dikasih satu juga agak merepotkan kalau teman sekamar mau pergi terpisah. Kita harus “janjian” atau menitipkan kartu di resepsionis.
Sarapan Nostalgia di Impala 60’s
Pagi harinya, saya menyempatkan diri sarapan di Impala 60’s Restaurant yang terletak di lantai dasar, tepat di pinggir jalan raya. Suasananya cukup tenang, bahkan terasa agak sepi. Rupanya, saat itu adalah awal Maret 2020, tepat di ambang pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, sehingga jumlah wisatawan mancanegara mulai menurun drastis.
Menu sarapannya disajikan secara prasmanan dengan cita rasa Nusantara. Ada nasi goreng, sereal, roti, dan tentu saja menu wajib saya: Omelet telur ayam. Sambil menikmati kopi hangat, saya melihat lalu lintas Jalan Kartika Plaza yang biasanya padat, hari itu tampak lebih lengang.
Kesimpulan: Layakkah Menginap di Sini?
Secara keseluruhan, menginap di Favehotel Kuta Kartika Plaza memberikan pengalaman yang campur aduk.
Kelebihan:
- Lokasi Strategis: Sangat dekat dengan Pantai Kuta dan pusat belanja.
- Harga Terjangkau: Sangat pas untuk pelancong dengan budget terbatas atau rombongan kantor.
- Pelayanan Cepat: Respon terhadap keluhan AC sangat sigap meski belum tuntas.
Kekurangan:
- Masalah Teknis: AC yang kurang dingin dan kartu akses yang hanya satu.
- Desain Kamar Mandi: Area shower yang membuat toilet becek.
Bagi saya, hotel ini tetap menjadi pilihan yang masuk akal jika prioritasmu adalah lokasi dan efisiensi. Meski saya kurang puas dengan urusan AC, keramahan stafnya patut diacungi jempol. Jika kamu mencari tempat tidur nyaman hanya untuk beristirahat setelah lelah berkeliling Bali, Favehotel Kuta Kartika Plaza tetap layak masuk daftar pertimbanganmu.
Semoga di kunjungan berikutnya, kondisi fisik saya lebih prima dan AC-nya sudah dingin maksimal!
Lokasi Favehotel Kuta, Kartika Plaza
Alamat Favehotel Kuta, Kartika Plaza :
Jl. Kartika Plaza No.45X, Kuta, Kabupaten Badung,
Bali 80361
Untuk kali ini aku kurang puas dengan pelayanan hotel dari group favehotel ini. Apalagi penyebabnya selain kamar yang “tidak” ber AC. Walau hanya untuk tidur di malam hari, untungnya tertolong dengan cuaca bali yang lebih sering hujan. Jadi kamar tidak terasa panas ketika kami tidur.
Note :
Traveling di adakan pada tanggal 06 – 08 Maret 2020, sebelum Covid-19 dideklarasikan sebagai Darurat Nasional pada tanggal 10 Maret 2020. Pemda DKI menetapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) pada tanggal 10 April 2020.
