Pernahkah kamu merasa bimbang antara tanggung jawab pekerjaan dan rasa was-was yang menghantui? Itulah yang saya rasakan saat harus melakukan perjalanan dinas keluar kota Jakarta di tengah berkecamuknya pandemi COVID-19 beberapa waktu lalu.
Keluar rumah saja rasanya penuh pertimbangan, apalagi harus melintasi provinsi.
Namun, tugas negara—eh, tugas kantor—memanggil, dan saya harus tetap berangkat.
Perjalanan ke Jawa Timur kali ini saya tempuh melalui jalur darat menggunakan mobil pribadi. Pilihan ini bukan tanpa alasan. Selain lebih praktis membawa perlengkapan kerja yang “se-gudang”, saya merasa jauh lebih aman berada di dalam “kapsul” sendiri daripada harus berdesakan di transportasi umum.
Inilah awal mula petualangan saya mencari tempat istirahat yang nyaman namun tetap patuh protokol kesehatan di Sidoarjo.
- Duel Dua Favehotel: Surabaya vs Sidoarjo
- Tiba di Favehotel Sidoarjo: Kesunyian di Tengah Libur Panjang
- Strategi Booking: "Semakin Malam, Semakin Murah?"
- Bedah Kamar Faveroom: Kecil tapi Komplit
- Sarapan di Era New Normal: Dilayani Bak Raja
- Lokasi Strategis di Jantung Sidoarjo
- Kesimpulan: Layakkah Menginap di Sini?
Duel Dua Favehotel: Surabaya vs Sidoarjo
Dalam perjalanan dinas ini, saya berkesempatan mencicipi layanan dua hotel dari jaringan yang sama, yakni Favehotel. Persinggahan pertama adalah Favehotel MEX Surabaya, dan persinggahan kedua adalah Favehotel Sidoarjo.
Menariknya, meskipun satu manajemen, keduanya menawarkan vibe yang berbeda. Namun, ada satu kesamaan yang langsung menarik perhatian saya: Inovasi air minumnya!
Selamat Tinggal Botol Plastik, Selamat Datang Dispenser!
Entah sejak kapan tren ini dimulai, tapi Favehotel kini tidak lagi menyediakan air minum kemasan plastik di dalam kamar. Sebagai gantinya, mereka menyediakan dispenser air minum di setiap lorong hotel. Dispenser ini lengkap dengan pilihan air panas, normal, dan dingin.
Ini langkah yang sangat ramah lingkungan, tapi ada satu tips kocak dari saya: Jangan sampai kamu asyik keluar kamar hanya pakai kaos dalam untuk isi air, lalu pintu kamar tertutup dan kunci tertinggal di dalam. Bisa repot urusannya! 😀
Sistem ini mengingatkan saya pada konsep hotel budget seperti Reddoorz. Meskipun terlihat lebih sederhana, inovasi ini justru membuat saya merasa lebih bebas mengambil air sebanyak yang dibutuhkan tanpa harus beli tambahan botol plastik di luar.
Baca Juga : Bermalam di favehotel Kuta Kartika Plaza
Tiba di Favehotel Sidoarjo: Kesunyian di Tengah Libur Panjang
Senja baru saja berlalu saat mobil saya memasuki pelataran Favehotel Sidoarjo. Lampu-lampu kota mulai berpijar, menciptakan pemandangan malam yang syahdu. Uniknya, meskipun saat itu bertepatan dengan libur panjang Maulid Nabi, parkiran hotel tampak sangat lengang.
Area parkirnya cukup luas dan lega. Tersedia juga area basement, meski kapasitasnya terbatas. Langkah saya menuju lantai 1 untuk proses check-in disambut oleh kontradiksi yang menarik: jika di parkiran sunyi, di dalam lobi justru semarak. Suara live music dari restoran hotel terdengar merdu, memberikan energi positif setelah lelah menyetir berjam-jam.
Satu hal yang membuat saya merasa tenang adalah kehadiran dispenser hand sanitizer otomatis di setiap titik strategis, mulai dari pintu masuk hingga depan lift. Di masa pandemi, detail kecil seperti ini sangat berarti bagi kenyamanan psikologis tamu.
Strategi Booking: “Semakin Malam, Semakin Murah?”
Ada satu temuan menarik yang ingin saya bagikan buat kamu yang hobi berburu hotel murah. Saat siang hari, saya mengecek aplikasi travel online, harga kamar tipe Faveroom masih di angka Rp 400 ribuan. Namun, karena belum yakin, saya tunda pemesanan.
Begitu Ba’da Isya saya cek kembali, kejutan! Harganya terjun bebas menjadi Rp 338.000 saja, sudah termasuk sarapan untuk dua orang. Sepertinya teori “hotel lebih murah jika dipesan mepet malam hari” benar-benar teruji di sini.
Lumayan banget kan, selisihnya bisa buat beli kuliner khas Sidoarjo!
Berbeda dengan cabang MEX Surabaya, di Favehotel Sidoarjo saya diminta uang deposit sebesar Rp100.000 saat check-in. Tenang saja, uang ini akan dikembalikan utuh saat kita check-out asalkan tidak ada “insiden” di dalam kamar.
Bedah Kamar Faveroom: Kecil tapi Komplit
Tipe kamar yang saya tempati adalah Faveroom. Dengan luas sekitar 20 meter persegi, kamar ini memang terasa mungil. Tapi untuk ukuran business traveler yang butuh tempat tidur bersih setelah seharian kerja lapangan, luas segini sudah lebih dari cukup.
Meski air minum disediakan via dispenser di lorong, pihak hotel tetap menyediakan teko listrik di dalam kamar. Jadi, kalau kamu tipe orang yang harus minum kopi atau teh hangat sebelum tidur, fasilitasnya sudah lengkap tersedia.
Beberapa fasilitas pendukung lainnya meliputi:
- Brankas (Safety Box) untuk menyimpan dokumen penting.
- TV layar datar dengan pilihan kabel berlangganan.
- AC yang dinginnya pas.
- Shower dengan air panas yang stabil (sangat penting untuk melepas lelah!).
- Koneksi Wi-Fi yang stabil untuk sekadar membalas email atau scrolling media sosial.
Sarapan di Era New Normal: Dilayani Bak Raja
Pagi hari di Favehotel Sidoarjo memberikan pengalaman sarapan yang unik. Biasanya, kita terbiasa dengan sistem buffet atau prasmanan di mana kita bebas mengambil makanan sepuasnya sendiri. Namun, demi menjaga protokol kesehatan, sistem ini diubah total.
Makanan tetap disajikan prasmanan, tapi ada pembatas akrilik bening di atas meja. Kita tidak boleh menyentuh sendok sayur atau mengambil makanan sendiri. Para petugas hotel yang sigap dan ramah yang akan mengambilkan menu sesuai pilihan kita. Bahkan untuk urusan mengambil minuman pun, semua dilayani oleh petugas.
Jujur, saya justru merasa lebih nyaman dengan sistem ini karena kebersihan makanan jauh lebih terjamin. Untuk urusan rasa dan variasi menu, Favehotel Sidoarjo juaranya jika dibandingkan dengan cabang MEX Surabaya. Pilihannya jauh lebih komplit dengan banyak jenis lauk dan sayur yang menggugah selera.
Jika kamu sedang mencari hotel di Sidoarjo yang punya akses mudah ke pusat kota namun harganya tetap bersahabat, Favehotel Sidoarjo adalah jawabannya.

Lokasi Strategis di Jantung Sidoarjo
Favehotel Sidoarjo terletak di lokasi yang sangat strategis, tepatnya di Jalan Jenggolo No. 15. Kalau kamu menginap di sini, kamu hanya butuh waktu sekitar 15 menit berjalan kaki untuk sampai ke Alun-Alun Sidoarjo.
Alun-alun adalah tempat yang sempurna untuk sekadar menghirup udara segar atau mencari kuliner khas. Di sisi sebelah kiri hotel, terdapat minimarket yang sangat membantu kalau kamu tiba-tiba butuh camilan atau perlengkapan mandi tambahan. Di seberang hotel, sebenarnya banyak penjual makanan malam, namun sayangnya saat pandemi banyak yang tutup sementara.
Kesimpulan: Layakkah Menginap di Sini?
Secara keseluruhan, pengalaman menginap di hotel bintang tiga ini sangat memuaskan bagi saya. Dengan harga yang ramah di kantong perusahaan (maupun kantong pribadi), pelayanannya tidak mengecewakan. Kamarnya bersih, tidak berbau, dan protokol kesehatannya dijalankan dengan sangat serius.
Lokasi favehotel Sidoarjo :
Jl. Jenggolo No.15, Pucang, Kec. Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur 61219
Telp : (031) 30009999
Di sisi sebelah kiri hotel ada mini market. Dan di seberang hotel sepertinya ada penjual makanan malam. Aku kurang pasti juga, karena posisi kedainya sudah tutup, mungkin tidak sedang berjualan selama pandemi covid-19 ini.
Secara keseluruhan hotel bintang tiga ini cukup bagus dan murah. Pelayanannya juga tidak mengecewakan, kamar hotelnya bersih dan tidak bau.
Galeri foto.



