5 Tahun Menua Bersama Honda Spacy: Masihkah Ia Jadi “Hero” Bagi Emak-Emak Urban?

Si kecil dan Honda Spacy. Gampang bawa printilan si kecil di bagasi yang luas.

Kalau bicara soal motor matic, sekarang pilihannya sudah sangat beragam. Ada yang desainnya futuristik mirip robot, ada yang klasik retro, sampai yang bongsor mirip kapal feri.

Tapi di rumah saya, ada satu sosok yang selama lima tahun terakhir ini nggak pernah absen menemani “drama” kehidupan sehari-hari: Honda Spacy 110cc.

5 Tahun Menua Bersama Honda Spacy: Masihkah Ia Jadi "Hero" Bagi Emak-Emak Urban? 1

Jujur saja, kalau dilihat sekilas, desain Honda Spacy ini memang nggak ada “wah-wahnya” banget. Nggak ada sudut tajam yang agresif atau lampu LED yang menyilaukan mata. Bentuknya cenderung membulat dan simpel. Tapi, justru di kesederhanaan itulah letak kekuatannya. Sebagai ibu-ibu yang mobilitasnya tinggi, saya nggak butuh motor yang bisa buat balapan, saya butuh partner yang pengertian.

Kenapa saya bilang pengertian? Mari kita ulas suka duka saya bersama si Merah ini setelah setengah dekade bersama.

Si Slim yang Jago Nyelap-Nyelip

Jakarta (dan kota-kota sekitarnya) adalah ladang kemacetan yang suka bikin jantung berdebar. Di momen-momen saat jalanan berubah jadi lautan mobil, bodi Honda Spacy yang slim ini adalah penyelamat. Dia lincah banget diajak “dansa” di antara celah kendaraan.

Buat emak-emak kayak saya yang kadang harus rempong bawa tas belanjaan di depan atau perlengkapan sekolah anak, bodi yang nggak terlalu besar ini sangat bersahabat. Setelah lima tahun, cat merahnya juga tergolong bandel.

Meski ada baret-baret halus karena “perang” di parkiran pasar, tampilannya masih oke. Satu yang pasti, bodinya terasa lebih kokoh dan nggak gampang koplok (bergetar) dibandingkan motor Suzuki Smash lama milik suami saya. Hehehe.

Baca Juga : 15 Tahun Setia dengan Suzuki Smash 110 SR (2005): Pengalaman, Kendala, dan Kenangan

Bagasi: “Kantong Ajaib” Penyelamat Hari

Kalau ditanya fitur apa yang bikin saya belum bisa move on ke Honda BeAT atau Scoopy lama, jawabannya cuma satu: BAGASI!

Ya ampun, buat para ibu, bagasi Spacy ini adalah oase di tengah padang pasir. Ini bukan cuma sekadar tempat simpan jas hujan, lho. Bagasi ini sering jadi “tempat sampah” sementara untuk botol minum anak, payung lipat, sampai belanjaan sayur yang nggak muat di gantungan depan. Helm full face pun bisa masuk dengan tenang di sini. Di kelas motor 110cc, kapasitas bagasi Spacy ini bener-bener juara dan nggak ada lawan pada masanya.

5 Tahun Menua Bersama Honda Spacy: Masihkah Ia Jadi "Hero" Bagi Emak-Emak Urban? 2

Performa Mesin: Iritnya Bikin Dompet “Tersenyum Lebar”

Alasan kedua kenapa saya masih setia adalah efisiensi bensinnya. Mesin 110cc berteknologi eSP ini benar-benar “prihatin” soal urusan minum bensin. Pengalaman saya selama ini, rata-rata konsumsi bensinnya berada di angka 40-45 km per liter.

Di tengah harga BBM yang sering naik-turun nggak jelas, punya motor irit itu sebuah berkah. Perawatan rutinnya pun murah meriah. Servis berkala di AHASS (bengkel resmi Honda) nggak pernah bikin kantong jebol, dan suku cadangnya ada di mana-mana, bahkan di bengkel pinggir jalan sekalipun.

Namun, jujur saja, mesin 110cc ini memang bukan buat gaya-gayaan. Kalau ketemu tanjakan curam sambil boncengan sama suami, atau pas lagi bawa beban berat, si Spacy bakal terasa “ngos-ngosan”. Jadi, kuncinya adalah sabar. Dia memang bukan buat kebut-kebutan, tapi buat sampai ke tujuan dengan selamat dan hemat.

Suka Duka Setelah 5 Tahun (Rangkuman Jujur)

Setiap partner hidup pasti punya kekurangan, begitu juga dengan si Spacy. Berdasarkan pengalaman lima tahun terakhir, ini poin-poin yang perlu kamu tahu:

Sisi Positif yang Bikin Cinta:

  • Iritnya Juara: Cocok banget buat kamu yang ingin menghemat pengeluaran transportasi.
  • Perawatan Ringan: Mesinnya bandel dan nggak rewel.
  • Lincah & Ringan: Sangat mudah dikendalikan, terutama buat perempuan yang kadang suka panik kalau motornya terlalu berat.
  • Helm-In: Bagasinya itu, lho, nggak ada obat luasnya!

Sisi Negatif yang Perlu Dipertimbangkan:

  • Tenaga Pas-pasan: Jangan berharap banyak di tanjakan atau saat membawa beban lebih.
  • Suspensi Belakang Keras: Ini curhatan suami kalau lagi saya bonceng. Kalau lewat jalan berlubang, goncangannya lumayan bikin tulang punggung “protes”.
  • Ground Clearance Rendah: Ini musuh utama saya! Perut motor sering banget gasruk polisi tidur kalau lagi boncengan. Harus pelan-pelan banget kalau nggak mau dengar bunyi “krak”.
  • Lampu Masih Arus AC: Cahayanya kurang terang dan suka kedip-kedip mengikuti putaran gas mesin. Kadang serem kalau harus lewat jalan gelap total.

Jadi, Masih Setia atau Saatnya Cari yang Baru?

Pertanyaannya sekarang: apakah Honda Spacy 110cc ini masih layak dipertahankan di tahun 2026?

Jawabannya: Tergantung kebutuhanmu.

Kalau aktivitasmu mayoritas di dalam kota, butuh motor yang iritnya kebangetan, dan nggak mau ribet soal bagasi, Spacy masih sangat layak diandalkan. Dia adalah definisi motor fungsional sejati. Tapi, kalau kamu pengen motor yang punya fitur kekinian seperti lampu LED, smart key, atau panel digital, ya memang Spacy sudah terasa sangat “jadul”.

Sejujurnya, saya pun sempat tergoda untuk move on. Beberapa kandidat yang masuk radar saya karena punya bagasi luas antara lain:

  1. Honda Vario 125: Desainnya lebih keren, mesin lebih bertenaga, dan bagasi 18 liternya lumayan oke.
  2. Yamaha FreeGo: Ini “rajanya” bagasi masa kini (25 liter!). Bahkan lebih luas dari NMAX dan punya dek rata.
  3. Suzuki Address FI: Meski jarang terlihat, bagasinya luar biasa luas (20,6 liter) dan mesinnya dikenal sangat awet.
  4. Honda Scoopy : Dengan desain retro modernnya, Scoopy generasi ini memiliki bagasi sekitar 15,4 liter yang bisa menampung helm half face bergaya retro dan barang kecil lainnya.

Tapi, alih-alih mengganti si Spacy, akhirnya kami justru memutuskan membeli unit baru untuk Ayahnya si kecil sebagai pengganti motor lamanya.

Si Spacy? Dia masih setia terparkir di garasi, siap mengantar saya ke pasar, ke sekolah anak, sampai ke mall terdekat.

Baca Juga : Honda Vario 125 CC Tahun 2020 Kombinasi Gaya, Efisiensi, dan Performa

Tinggalkan Balasan

*