Siapa bilang liburan seru itu harus selalu ke luar kota atau terbang jauh ke luar negeri? Kadang, permata tersembunyi itu ada tepat di depan mata kita. Baru-baru ini, saya berkesempatan kembali menginjakkan kaki di destinasi wisata ikonik Jakarta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Jujur saja, rasanya seperti bertemu teman lama yang baru saja melakukan glow-up besar-besaran!
Terakhir kali saya ke sini adalah September 2020. Saat itu, Indonesia masih dibayangi pandemi COVID-19. Suasananya sepi, sunyi, dan ada rasa haru melihat anjungan-anjungan daerah yang tampak lesu. Namun, sejak revitalisasi besar-besaran yang dimulai awal 2022 dan dibuka kembali pada September 2023, TMII benar-benar bertransformasi menjadi ruang publik yang modern, ramah lingkungan, dan sangat aesthetic.
Agustus 2024 ini, takdir membawa saya kembali ke sana. Bukan cuma untuk jalan-jalan, tapi juga menghadiri undangan pernikahan saudara di Gedung Pewayangan. Sebuah momen yang pas untuk menggabungkan nostalgia, kebersamaan keluarga, sekaligus mengobati rasa penasaran saya akan wajah baru TMII.
Pintu 3 TMII: Rahasia Masuk Tanpa Antre dan Praktis!
Buat kamu yang berencana ke sini, saya punya tips kecil. Kami masuk melalui Pintu 3 TMII. Lokasinya ada di area belakang, dekat dengan Masjid At-Tin. Kenapa saya rekomendasikan pintu ini?
Pertama, aksesnya super gampang. Kalau kamu naik transportasi umum, dari jalan raya kamu cuma butuh jalan kaki sekitar 50 meter saja. Nggak perlu gempor duluan sebelum petualangan dimulai. Kedua, lokasinya sangat strategis karena dekat dengan wahana Teater Keong Mas. Begitu masuk, kamu langsung disambut pemandangan ikonik bangunan berbentuk keong raksasa tersebut.
Catatan Operasional: Pintu 3 ini buka dari jam 05.00 pagi sampai jam 20.00 malam. Jadi, buat kamu yang mau lari pagi atau sekadar cari udara segar malam-malam, akses ini sangat terbuka lebar.

Baca Juga : Taman Mini Indonesia Indah Kala Pandemi
Update Harga Tiket TMII 2024: Masih Ramah Kantong?
Zaman sudah berubah, harga pun ikut menyesuaikan. Sebelum berangkat, kami sudah memesan tiket secara online. Ini sangat disarankan supaya kamu nggak perlu antre lama di loket fisik. Cukup tunjukkan kode QR ke petugas, dan voila, kamu sudah bisa masuk.
Berikut adalah perbandingan harga tiket yang saya rangkum untuk kamu bandingkan dengan masa pandemi dulu:
Kami sudah pesan tiket masuk secara online sebelumnya. Kami hanya perlu menunjukkan bukti pemesanan tiket kepada petugas yang berjaga. Tiket juga dapat dibeli secara offline di pintu masuk.
| Jenis Pengunjung | Harga Tiket 2020 | Harga Tiket 2024 |
| Perorangan | Rp 20.000 | Rp 25.000 (Promo) / Rp 35.000 (Normal) |
| Mobil | Rp 20.000 | Rp 35.000 |
| Motor | Rp 15.000 | Rp 15.000 |
| Sepeda | Rp 1.000 | Rp 10.000 |
| Bus/Truk | Rp 40.000 | Rp 50.000 |
Meskipun ada sedikit kenaikan, menurut saya harga Rp 25.000 untuk tiket masuk perorangan masih sangat worth it jika dibandingkan dengan fasilitas dan kenyamanan yang ditawarkan sekarang.
Angling (Angkutan Keliling): Keliling Indonesia Tanpa Polusi



Salah satu perubahan paling drastis yang saya rasakan adalah kebijakan bebas kendaraan bermotor. Sekarang, pengunjung dilarang membawa mobil atau motor masuk ke area anjungan. Kendaraan harus diparkir di gedung parkir terpadu yang sudah disediakan.
Hasilnya? TMII sekarang jadi oase yang menenangkan! Udara terasa lebih segar, langit terlihat lebih cerah, dan suara bising knalpot digantikan oleh kicauan burung dan canda tawa pengunjung. Untuk mobilitas, TMII menyediakan Bus Listrik Gratis yang disebut Angling.
Angling ini punya dua jalur utama: Jalur Utara dan Jalur Selatan. Halte-haltenya pun sudah sangat nyaman, lengkap dengan atap pelindung panas dan hujan. Saat saya berkunjung, ada event lari Crystallin Runxperience 2024, jadi beberapa halte sempat dialihkan. Namun, petugas dengan sigap mengarahkan kami menuju halte dekat miniatur Candi Borobudur. Menunggu bus listrik ini nggak membosankan sama sekali, karena frekuensi busnya cukup sering dan suasananya sangat asri.
Serunya Eksplorasi dengan Sepeda dan Sepeda Listrik



Puas naik bus gratis, kami memutuskan untuk lebih “intim” menjelajahi sudut-sudut anjungan. Kami turun di halte dekat Museum Indonesia dan berjalan santai menuju area penyewaan sepeda di dekat Anjungan Jambi.
Di sini, pilihannya beragam banget:
- Sepeda Single: Cocok buat yang mau sekalian olahraga (Rp 30.000/jam).
- Sepeda Tandem: Seru buat dipakai bareng pasangan atau teman (Rp 40.000/jam).
- Sepeda Listrik: Pilihan tepat buat yang mau effortless (Harga mulai Rp 70.000/30 menit).
| Waktu Sewa Sepeda Listrik | Harga Sewa |
| 30 menit | 70.000 |
| 60 menit | 120.000 |
| 120 menit | 200.000 |
Anak-anak saya langsung memilih sepeda MTB dan sepeda kecil untuk berkeliling. Sedangkan saya? Karena kondisi fisik yang harus dijaga pasca rutin menjalani prosedur cuci darah (hemodialis), saya memilih menyewa sepeda listrik roda tiga.
Rasanya?
Menyenangkan sekali! Saya hanya perlu duduk manis dibonceng sambil menikmati angin sepoi-sepoi. Dengan sepeda listrik, kami bisa masuk ke jalur-jalur kecil yang nggak dilewati bus. Kami bisa berhenti kapan saja untuk berfoto di depan anjungan daerah yang arsitekturnya luar biasa cantik, atau sekadar beristirahat di bawah pohon rindang. Waktu satu jam benar-benar terasa singkat karena setiap sudut TMII sekarang sangat instagrammable.
Kenapa Kamu Harus ke TMII Sekarang?
Wajah baru TMII benar-benar mencerminkan konsep Green, Smart, Culture, dan Inclusive. Tempat ini bukan lagi sekadar museum raksasa yang kaku, melainkan ruang publik yang sangat ramah untuk semua kalangan—mulai dari anak-anak yang ingin belajar budaya, anak muda yang cari spot foto aesthetic, hingga lansia atau orang dengan kondisi fisik terbatas yang ingin menikmati suasana tenang.
Menjelajahi miniatur kepulauan Indonesia dari atas kereta gantung, melihat keragaman rumah adat, hingga mencoba berbagai kuliner nusantara dalam satu tempat adalah pengalaman yang nggak akan kamu dapatkan di mall manapun di Jakarta.
Tips Tambahan untuk Kamu:
- Gunakan Alas Kaki Nyaman: Meskipun ada bus listrik, kamu tetap akan banyak berjalan kaki.
- Bawa Botol Minum: Ada banyak titik water station untuk mengisi ulang air minum.
- Datang Pagi atau Sore: Hindari terik matahari siang hari agar eksplorasi lebih maksimal.
TMII kini bukan lagi destinasi “jadul” yang terlupakan. Ia telah lahir kembali menjadi kebanggaan kita semua. Jadi, kapan rencana kamu main ke sini?
Jangan lupa ajak keluarga atau orang tersayang, ya!
Saksikan juga vlog kami di bawah ini :
