Mencoba Pempek Pak Jenggot Pasar Minggu

Makan pempek di Pempek Pak Jenggot Pasar Minggu
Makan pempek di Pempek Pak Jenggot Pasar Minggu
Spread the love
3 menit untuk membaca

Siapa yang suka pempek?

Kuliner nusantara khas Palembang ini memang sangat menggugah selera. Apalagi rasa cukonya yang pedas, asam dan manis.

Pempek Palembang memiliki banyak jenis dan bentuk. Antara lain pempek kapal selam, model, lenjer, kulit dan banyak lagi lainnya.

Mencoba Pempek Pak Jenggot Pasar Minggu 1

Salah satu warung pempek yang cukup populer di daerah tempat tinggalku adalah Pempek Pak Jenggot, Pasar Minggu. Pempek yang sudah jadi langganan ibuku bila sedang berbelanja di Pasar Minggu, semenjak aku masih remaja.

Rasanya enak, menurut lidahku. Kalau dulu pempeknya disajikan dengan mie kuning dan potongan mentimun. Tetapi sekarang hanya ditambahkan topping mentimun saja.

Sabtu pekan lalu kami sekeluargapergi berkunjung ke warung pempek Pak Jenggot. Azka yang mengajak, katanya ia ingin mencoba rasa pempek.

Entah angin apa yang membuatnya ingin mencoba rasa pempek.

Senang juga mulai banyak makanan yang mau dicoba oleh buah hati kami. Yang tadinya hanya suka ayam goreng dan aneka mie, saat ini sudah mulai banyak suka makanan lainnya. Beberapa makanan malah menjadi makanan favoritnya.

Seperti martabak telur, pizza, sushi, ikan goreng/bakar, kerang, steak dan lain-lain.

Namun kali ini usaha kami masih gagal. Azka berubah pikiran ketika baru tiba di depan warung pempek Pak Jenggot.

“Azka nggak mau pempek.” ujarnya

Karena sudah sampai tempat, ya sudah akhirnya kami tetap masuk dan memesan pempek untuk aku dan istriku.

Baca Juga :
Mencoba Resep Cilok Sederhana

Lalu Azka bagaimana?

Azka hanya memesan es kacang merah. 😀 Padahal ada aneka ice cream juga di warung pempek ini, seperti ice cream sandwich kesukaannya.

Lokasi Pempek Pak Jenggot

Lokasi warung pempek Pak Jenggot ada di seberang RSUD Jatipadang. Tepatnya ada di Jl. Raya Ragunan No.17, RW.1, Ps. Minggu, Kec. Ps. Minggu, Jakarta Selatan.

Di sebelahnya warung pempek Musi Raya. 🙂

Bila ke sini naik motor seperti kami, jangan sampai salah ambil jalur yah. Kita harus ambil jalur paling kiri yang khusus angkutan umum untuk masuk ke Terminal Pasar Minggu.

Enggak ada tempat parkir motor khusus dari warungnya yah, hanya tersedia parkir di pinggir jalan saja. Bagaimana dengan mobil? Mungkin bisa parkir di Ramayana, Robinson atau PD Pasar Jaya Pasar Minggu. Dan dilanjutkan berjalan sekitar 100 meter ke warung ini.

Karena masih dalam masa pandemi, warung pempek ini pun memberlakukan protokol kesehatan. Seperti cuci tangan dan dicheck suhu tubuh kami. Bahkan kami dimintai nomor telepon dan KTP.

Warung pempek Pak Jenggot juga masih melayani makan on the spot. Namun satu meja hanya diperbolehkan untuk 2 orang saja, kecuali untuk yang datang sekeluarga.

Tidak terlalu banyak pengunjung yang makan ditempat saat kami mulai memesan pempek pesanan kami.

Harga Pempek Pak Jenggot

Ada beraneka ragam jenis pempek yang dijual di warung ini. Harga pempeknya juga bervariasi, mulai dari Rp. 9.000 – Rp. 30.000

Aku pun memesan Pempek Model sedang ibunya Azka memesan pempek lenjer dan kulit. Tak lupa satu pempek kapal selam untuk dibawa ke rumah eyangnya Azka. Azka cuma memesan es kacang merah. walau akhirnya juga tidak ia habiskan

Tak perlu menunggu lama sampai pesanan kami diantarkan. Mungkin juga karena warungnya belum terlalu ramai siang itu.

Rasa pempek kulit dan lenjernya cukup lembut dan ikannya cukup terasa. Sedang pempek modelnya menurutku dan istriku rasa ikannya kurang terasa. Hal yang sama ketika kami mencicipi pempek kapal selam di rumah eyangnya Azka, rasa ikannya kurang terasa bagi kami bertiga.

Cukonya langsung dituangkan di piring tempat disajikannya pempek. Cuko di warung pempek pak jenggoot ini rasanya tidak pedas, jadi ibunya Azka perlu menambahkan sambal ke dalam cukonya.

Hal yang sangat menguntungkan bagi orang yang tidak suka pedas seperti aku. Dan bagi yang suka pedas seperti istriku, ia dapat menambahkan sambal sesuai dengan seleranya.

Aku nggak berani mencoba ketika cukonya sudah diberi sambal. Tapi enak kata istriku.

Meninkmati Pempek di Pempek Pak Jenggot Pasar Minggu.

Nanti akan kami coba lagi untuk mengajak Azka mengenal kuliner nusantara ini.

Tinggalkan Balasan

*