Pengalaman Ganti Kacamata Dengan BPJS Kesehatan

Pengalaman Ganti Kacamata Dengan BPJS Kesehatan

Akhirnya harus ganti kacamata juga tahun 2020 ini. Kali ini aku mencoba untuk menggunakan fasilitas penggantian kacamata dari BPJS Kesehatan. Lumayan bisa menghemat budget, apalagi iuran BPJS Kesehatannya sudah naik sejak awal tahun 2020 ini.

Sejak awal ikut BPJS Kesehatan, kami sekeluarga belum pernah menggunakannya. Dari mulai ikut BPJS Kesehatan mandiri sampai akhirnya ketika bekerja kembali iuran BPJS ditanggung sebagian oleh pihak kantor.

Penggunaan pertama BPJS Kesehatan adalah tahun lalu, ketika aku diharuskan kontrol ke bagian penyakit dalam. 🙂

Awalnya sih males juga mengurus kacamata menggunakan fasilitas BPJS, karena harus melalui proses yang sedikit panjang. Tidak semudah bila langsung membeli kacamata di optik.

Namun rasa penasaran ingin tahu proses beli kacamata bila menggunakan BPJS yang menang. Jadi dimulailah proses penggantian kacamataku. Walau telat sekali dari hasil medical check up di bulan Oktober 2019, yang mengharuskan aku mengganti ukuran kacamata yang aku gunakan.

Setelah sebelumnya aku hanya menggunakan kacamata minus dan silindris, tahun ini bertambah dengan plus. Lengkaplah sudah kacamata yang harus aku gunakan. 😀

Baca Juga : Lima Jam di RSUD Pasar Minggu

Bagaimana Langkah Pembelian Kacamata Dengan BPJS Kesehatan?

Sama halnya ketika berobat umum, ada beberapa prosedur yang harus dilakukan sesuai dengan aturan dari BPJS Kesehatan, yaitu :

Datang ke Fasilitas Kesehatan 1 (Faskes Pertama)

Walau sudah mendapat resep kacamata ketika medical check up, aku tetap harus datang ke Fasilitas Kesehatan pertama. Fasilitas kesehatan pertama keluarga kami adalah Klinik Fakhira Aisyiyah Jagakarsa yang dekat dengan rumah kami.

Di klinik ini tidak ada alat test baca seperti di dokter mata. Jadi hanya di test membaca surat saja. Setelahnya aku mendapat surat rujukan ke dokter spesialis mata.

Karena aku minta ke dokter matanya hari Sabtu, pilihan yang tersedia saat itu adalah RSUD Jagakarsa dan RS Zahirah Jagakarsa. Akhiarnya aku pilih RS Zahirah, lebih karena jaraknya lebih dekat.

Datang ke Dokter Spesialis Mata

Image by Roland Steinmann from Pixabay

Ketika pergi ke dokter spesialis mata, ternyata bertepatan dengan hari Raya Imlek. Dan dokternya ternyata libur. Salahku juga yang tidak mengecek kalender terlebih dahulu. 🙂

Akhirnya aku harus menjadwalkan ulang ke hari Sabtu pekan depannya.

Pertama kali datang ke rumah sakit Zahirah, aku harus mengambil nomor antrean untuk ke customer service terlebih dahulu, untuk daftar terlebih dahulu. Entah karena hari masih pagi atau karena hari Sabtu, antreannya tidak terlalu panjang.

Selesai mendaftar, aku di arahkan untuk menuju ke dokter matanya. Di sini juga tidak perlu antri terlalu lama, hanya ada dua orang di depanku.

Legalisir Resep Kacamata

Seharusnya setelah mendapatkan resep kacamata dari dokter spesialis mata, aku harus melakukan legalisir resep kacamata ke pihak BPJS Kesehatan yang ada di RS Zahirah juga. Namun ternyata kalau hari Sabtu, loket BPJS Kesehatannya tutup.

Jadilah aku kembali lagi ke RS Zahirah pada hari Seninnya untuk melakukan legalisir resep kacamata. Letak kantor BPJS Kesehatan di rumah sakit ini ada di lantai 2, tepat di sebelah lift.

Ketika datang ternyata sudah ada antrian sekitar 3 atau 4 orang. Ternyata ada juga yang ditolak permohonan legalisirnya, salah satunya adalah belum 2 tahun dari terakhir kali membeli kacamata dengan fasilitas BPJS.

Surat Legalisasi Pelayanan BPJS Kesehatan
Surat Legalisir Resep Kacamata BPJS Kesehatan

Selesai mendapat surat legalisir, selanjutnya aku tinggal datang ke optik yang dapat melayani BPJS Kesehatan untuk menebus resep kacamata.

Datangi Optik Yang Ditunjuk oleh BPJS

Dari pihak BPJS Kesehatan di RS Zahirah, aku diberitahu bahwa hanya ada 2 optik terdekat yang dapat digunakan untuk menebus kacamata dengan fasilitas BPJS Kesehatan.

Yaitu Optik Trend yang ada di Transmart Cilandak Mall dan Optik yang ada di rumah sakit Prikasih, Cinere.

Setelah beberapa hari akhirnya aku lebih memilih untuk pergi ke optik Trend. Sekalian lewat ketika pulang dari kantor.

Di optik Trend ini ternyata sudah disiapkan paket kacamata dan lensa untuk setiap kelas BPJS. Aku pun memilih frame dan lensa untuk kelas satu, walau pilihannya terbatas.

Pilihan Lnsa dan Frame BPJS Kelas I
Pilihan Paket Kacamata Kelas I BPJS Kesehatan

Tadinya aku ingin pilih frame yang bukan paket BPJS. Namun niat itu pun aku urungkan.

Ada resiko aku akan pusing ketika memakai lensa bifocal ataupun lensa progressive (lensa trifokal). Kedua jenis lensa ini titik fokus lebih dari satu yang berguna untuk mengoreksi rabun dekat dan rabun jauh.

Menurut penjaga di optiknya pengguna lensa ini membutuhkan waktu untuk terbiasa. Lebih banyak yang pusing ketika memakai kedua jenis lensa tersebut. Akhirnya mereka memilih menggunakan dua kacamata, kacamata rabun dekat dan kacamata rabun jauh.

Sayang juga pikirku kalau sudah memilih frame dan lensa yang lebih mahal, tapi ternyata aku tidak cocok menggunakannya alias sering pusing. Harus buat lagi dong. 😀

Harga paket kacamata dan lensa untuk kelas I BPJS Kesehatan di optik ini adalah Rp. 350.000. Jadi aku hanya perlu menambah Rp. 50.000 untuk menebus ka camataku. Namun karena lensa yang digunakan adalah bifocal, mereka perlu waktu sekitar 7 – 10 hari untuk membuat kacamataku.

Poin Penting Agar Kacamata Kita Diganti oleh BPJS Kesehatan

Layanan ini diberikan dalam bentuk subsidi, dan karenanya ada beberapa aturan dari pihak BPJS Kesehatan yang harus ditaati. Beberapa poin penting yang harus diperhatikan ketika ingin mengklaim layanan penggantian kacamata BPJS ini.

Harga Kacamata

Subsidi dana yang diberikan oleh BPJS Kesehatan disesuaikan dengan kelas kepesertaan yang diambil oleh peserta BPJS.

Berikut ini besaran dana subsidi yang diberikan oleh BPJS Kesehatanuntuk pembelian kacamata :

  • Kelas I mendapat subsidi sebesar Rp. 300.000
  • Kelas II mendapat subsidi sebesar Rp. 200.000
  • Kelas III mendapat subsidi sebesar Rp. 150.000

Seperti ketika aku menebus resep kacamata dengan harga Rp. 350.000, aku hanya perlu menambah pembayaran di optik Trend sebesar Rp. 50.000

Ukuran Lensa

BPJS Kesehatan hanya menanggung pembelian kacamata dengan beberapa ukuran berikut :

  • Lensa spheris, minimal ukuran 0,5 dioptri
  • Lensa silindris, minimal 0,25 dioptri

Jadi bila lensanya hanya lensa untuk rabun dekat, tidak dapat ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Kecuali seperti kasusku yang memiliki rabun dekat dan rabun jauh.

Waktu Pembelian

Pembelian kacamata dengan menggunakan fasilitas BPJS Kesehatan ini tidak dapat dilakukan setiap waktu. Pihak BPJS Kesehatan sendiri telah menentukan bahwa pembelian kacamata dapat dilakukan oleh peserta setiap dua tahun sekali.

Mudah bukan mengurus pembelian kacamata menggunakan BPJS Kesehatan? Memang sih perlu lebih banyak waktu bila dibandingkan dengan langsung membeli di Optik.

Bambang

Seorang suami dan seorang ayah. Sedang belajar jadi blogger dan vlogger.

Related Posts

Cara Daftar EFIN Wajib Pajak Pribadi

Cara Daftar EFIN Wajib Pajak Pribadi

Mencoba Ruang Meeting GoWork Di Senayan

Mencoba Ruang Meeting GoWork Di Senayan

Azka Mencoba MRT Jakarta

Azka Mencoba MRT Jakarta

Jalan-Jalan Pagi di Cimory Riverside, Bogor

Jalan-Jalan Pagi di Cimory Riverside, Bogor

No Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *